• Renungan Harian - Sabtu, 29 Juli 2017

    Sabtu, 29 Juli 2017

    St. Marta

    Keluaran 24:3-8

    Mazmur 50:1-2,5-6,14-15

    Yohanes 11:19-27/ Luk 10:38-42

    DARAH YANG BERDAYA PENGAMPUNAN

    “Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini." --- Keluaran 24:8

    DALAM GEREJA PERDANA, orang-orang bukan-Yahudi menerima Yesus, menjadi umat Allah, tidak perlu mentaati adat tata cara Yahudi sebagaimana Umat Yesus yang dari kaum Yahudi. Mereka cukup menjauhkan diri, salah satunya, “dari darah” (Kis 15:20,29). Menurut faham mereka waktu itu, hidup itu ada dalam “darah”. Maka dengan “darah” kita, umat manusia mengadakan ‘perjanjian’ dengan Allah. Menurut Kitab Imamat, hidup berada dalam darah (Im 17:1). Kita mengadakan perjanjian  ‘hidup’ dengan Allah. Secara harafiah, perjanjian kita dengan Allah itu adalah masalah “hidup dan mati”. Dan karena kita telah melanggar perjanjian itu dengan berbuat dosa, kita kehilangan hidup kita dan kita terhukum untuk binasa.

    Sejak peristiwa pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir, yang dikenang dan dirayakan oleh bangsa Yahudi dengan Paskah tiap tahun, sampai zaman Yesus, Yesus bersama para murid-Nya merayakannya secara khusus, beberapa jam sebelum wafat-Nya di salib. Sewaktu Yesus merayakan Paskah Yahudi, dan sekaligus itu merupakan Misa Pertama, Ia bersabda “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (Mat 26:28). Kemudian Yesus mencurahkan Darah-Nya dengan Wafat di kayu salib guna pengampunan dosa-dosa kita. Ia menggantikan kita–darah dan hidup kita -- dengan Darah-Nya. Ia mengambil segala akibat dari pelanggaran kita akan ‘perjanjian’ dan membebaskan kita dari kehancuran abadi.

    Dulu setiap tanggal satu Juli, meski secara manasuka, merupakan peringatan penghormatan akan “Darah Mulia Yesus”. Tetapi sebenarnya, setiap kali kita ikut serta dalam Ekaristi, kita memberi hormat dan bersyukur kepada Kristus yang mengorbankan Darah (Hidup)-Nya untuk kita.

    Dalam Misa kita menyambut Yesus dalam Hosti suci, tetapi sering ada kesempatan atau juga menurut kebaktian pastor tertentu, kita menyambutnya dalam ‘dua rupa’, Tubuh dan Darah-Nya. Kalau kita menyambut Sakramen Tobat, kita diingatkan akan Darah-Nya yang berdaya pengampunan dosa. Terpujilah “Darah Yesus”.

    Doa: Ya Bapa, semoga “Darah Kristus menyucikan daku”!

    Janji: “Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi” --- Mazmur 50:14

    Pujian: St. Martha, saudarinya Lazarus dan Maria, mendapat karunia ‘hospitalitas’ (keraham-tamahan menjamu) yang tinggi. Ia juga mempunyai kemampuan mendengarkan sabda Tuhan dan kepercayaan penuh kepada-Nya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/