• Renungan Harian - Selasa, 1 Agustus 2017

    Selasa, 1 Agustus 2017

    St. Alfonsus Maria de Liquori, UskPujG

    Keluaran 33:7-11; 34:5b-9,28

    Mazmur 103:6-13

    Matius 13:36-43

    MENABUR BENIH YANG BAIK

    “Ia menjawab, kata-Nya: Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia.” --- Matius 13:37

    DALAM KEHIDUPAN sehari-hari, ada saja hal buruk dan hal baik yang kita alami, baik yang disengaja maupun  tidak.

    Sebagai contoh dari hal buruk yang disengaja terjadi: Suatu saat saya malas mengerjakan tugas kantor dengan menunda-nunda untuk mengerjakannya, Tiba-tiba saja Manager meminta laporan tersebut untuk bahan rapat Direksi, maka terasa seperti langit runtuh menimpa saya. Semua daya upaya saya kerahkan agar laporan itu dapat selesai secepatnya. Kalut, bingung dan marah pada diri sendiri berkecamuk dalam hati dan hasilnya pun sangat tidak memuaskan dan saya mendapat teguran keras dari manager saya.

    Lain halnya dengan peristiwa baik yang tidak saya sangka terjadi. Sewaktu saya dengan setia membantu pelayanan salah satu komunitas kategorial di paroki yaitu dengan menyiapkan alat-alat pendukung ibadat di setiap melaksanakan kegiatan pelayanan. Sebetulnya saya lakukan itu tidak ada tujuan lain selain agar umat yang kami layani dapat beribadat bersama-sama dengan hikmat. Dan saya melakukannya dengan sukacita tanpa paksaan, hasilnya banyak dari teman-teman dan umat yang merasa “terberkati” melalui ibadat bersama itu, bahkan Romo Paroki memuji apa yang saya telah lakukan.

    Pilihan untuk berbuat baik yang akan menghasilkan kebaikan atau berbuat “asal-asalan” yang berakibat mengecewakan itu tergantung mana yang paling kuat mempengaruhi saya pirbadi, dan saya kira juga bagi anda.

    Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengingatkan kepada para murid dan juga kepada kita mengenai pengaruh baik dan pengaruh buruk secara rohani melalui perumpamaan “benih baik yang ditaburkan” yaitu kita semua yang menerima firman Tuhan dan melakukannya dengan setia. Sedang ”ilalang” yaitu mereka yang selalu menuruti ajakan Iblis untuk berbuat jahat  (Mat 13:38).

    Lalang akan dipisahkan dan dibuang ke dalam api. Ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat untuk segala sesuatu yang menyesatkan. Semua orang yang melakukan kejahatan di dalam Kerajaan Allah, artinya buat mereka yang selalu menuruti keinginan nafsu belaka, seperti perselingkuhan, kemalasan dan perselisihan, baik timbul dari ‘manusia lama-nya’, maupun dari pengaruh iblis, akan berujung kepada maut. Sebaliknya bagi orang-orang benar yang selalu berani berbuat baik atas dasar kebenaran Kristus akan bercahaya seperti matahari di dalam Kerajaan Bapa Tentu itu akan sangat menyenangkan hati Bapa.

    Manakah yang Anda pilih? (Stev)

    Doa: Bapa, ajari kami untuk melakukan kehendakMu dengan sukacita.

    Janji: “Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan kepadaku” --- Mazmur 119:135.

    Pujian: Alfonsus Maria de Liguori, (1696-1787), seorang Doktor Hukum, Advocat ternama di Napoli Italia, yang selalu menang dalam membela perkara. Suatu ketika karena kesalahan kecil, ia kalah dalam membela kliennya. Dia kecewa berat. Itu merupakan jalan masuk panggilannya, untuk berserah-diri kepada Yesus.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/