• Renungan Harian - Jumat, 4 Agustus 2017

    Jumat, 4 Agustus 2017

    St. Yohanes Maria Vianney, Im

    Imamat 23:1,4-11,15-16, 27, 34b-37

    Mazmur 81:3-6,10-11

    Matius 13:54-58

    SYARATNYA HANYA PERCAYA

    “… Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?” --- Matius 13:54b

    SANTO YOHANES MARIA VIANNEY, yang berasal dari Desa Dardilly, Lyon, Perancis, kita peringati dan rayakan hari ini. Perilaku dan sikap untuk selalu kerja keras, ketekunan, pantang menyerah dan kehidupan doa yang baik dimilikinya sejak kecil. Cita-citanya sejak kecil adalah untuk menjadi seorang Pastor. Untuk mewujudkan cita-citanya, ia menempuhnya dengan perjuangan yang panjang. Saat di seminari, memang ia sempat menghadapi kesulitan dalam bidang akademis, tetapi ia terus belajar semaksimal mungkin. Selain itu, ia juga rajin berziarah ke Louveser untuk berdoa dengan perantaraan Santo Fransiskus Regis agar bisa terbantu dalam mempelajari semua bidang studi di Seminari.

    Berkat usaha dan ketekunannya berdoa, ia berangsur-angsur mengalami kemajuan hingga menamatkan pendidikan Seminari Menengah dan masuk Seminari Tinggi. Di satu pihak ia sungguh menyadari bahwa kemampuannya tidak seberapa bila dibandingkan dengan beratnya tugas menggembalakan umat Allah. Di  pihak lain ia pun sadar bahwa dirinya bukanlah pelaku utama karya penggembalaan umat. Allah-lah melalui Roh Kudus-Nya pelaku utama karya besar itu. Kesadaran itu mendorong dia untuk senantiasa mempersembahkan karyanya penggembalaan (pastoral) kepada Tuhan (Sumber : Wikipedia-Ensiklopedia Bebas).

    Teladan Santo Yohanes Maria Vianney memberikan kesaksian hidup, dari seseorang yang sangat percaya akan peyelenggaraan Ilahi. Percaya bahwa Yesus sanggup membukakan jalan dan menolong umat-Nya. Mukjizat terjadi padanya! Santo ini menjadi imam yang sangat luar biasa pada masanya. Ia pembawa Sakramen Penyembuhan lewat Rekonsiliasi dan Konselor kepada umat yang datang kepadanya.

    Dalam bacaan Injil, kita dapat menyimak bahwa semua mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dilakukannya dengan satu syarat, bahwa orang yang membutuhkannya harus Percaya. Yesus tidak melihat latar belakang, harkat, martabat, kekayaan dari seseorang. Ia hanya melihat hati yang percaya akan penyelenggaraan Ilahi.

    Justru ketika seseorang tidak beriman, tidak percaya maka, ia lah sendiri yang menolak terjadinya mujizat itu (bdk. Mat. 13:58 “Dan karena ketidak-percayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ”). Apa yang tidak mungkin buat manusia, itu sangat mungkin bagi Tuhan. Syaratnya hanya satu, yaitu: PERCAYA!

    Janganlah sampai penilaian duniawi kita dan penggunaan logika kita sebagai manusia menjadi penghambat kuat-kuasa Tuhan untuk bekerja. Yesus pernah ditolak di tempat asalnya, bayangkan … sudah sebegitu banyak mujizat yang dilakukan oleh-Nya pada masa Yesus hidup di dunia ini, tetapi Yesus tidak diterima umat di kampungnya, karena mereka kenal orangtuanya dan ia sebagai anak tukang kayu, bisa mengajar dengan bagus dan bisa mengadakan mujizat, serta terang-terangan mengatakan bahwa apa yang dinubuatkan para nabi terpenuhi dalam Diri-Ntya (bdk Mat. 13:57). Mereka tidak percaya, dan hal ini berarti mereka menolak mujizat Tuhan untuk terjadi.

    Bagaimana dengan kita? Apakah masih ada hal-hal yang menghambat mujizat Tuhan untuk terjadi dalam hidup kita? Mari berikan hati dengan penyerahan yang penuh kepada-Nya. Karena Ia tahu apa yang terbaik untuk kita dan pertolongan-Nya tepat pada waktu-Nya. Syukur pada-Mu Tuhan. (Lisa)

    Doa: Tuhan Yesus Kristus, ampunilah kami, orang-orang yang sering kurang percaya kepada-Mu. Merajalah di hati kami ya Tuhan, dan bimbinglah kami sehingga kuasa-Mu bekerja di dalam hidup kami.

    Janji: “Karena ketidak-percayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ” --- Matius 13:58

    Pujian: Karena kemampuan akademiknya kurang memadai, Romo Yohanes Maria Vianney, ditempat di kota kecil Aars, Perancis. Bila membuat kesalahan sesuatu, tidaklah akan menonjol. Yang terjadi sebaliknya, karena kerendahan hatinya, berduyun-duyun orang ke Aars memohon bimbingan dan menyambut Sakramen Tobat.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/