• Renungan Harian - Senin, 7 Agustus 2017

    Senin, 7 Agustus 2017

    S. Sistus II, PausMrt

    S. Kayetemus, Im

    Bilangan 11:4b-15

    Mazmur 81:12-17

    Matius 14:13-21

    BERBELAS KASIH

    “… maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.“ --- Matius 14:14

    KATA “BERBELAS KASIH” pasti telah sering kita baca dan dengar, namun mengertikah kita tentang arti berbelas kasih yang diteladankan Yesus dalam bacaan Injil hari ini?

    Saya pernah mencoba menerapkan “metode berbelas kasih” yang saya pahami dalam kehidupan sehari-hari saya, hasilnya hanya bertahan beberapa hari saja selebihnya kembali saya protes, marah dan mutung ketika ada hal-hal yang orang lain lakukan kepada saya yang menurut saya itu tidak pantas dilakukan.

    Mari kita bayangkan apa yang dilakukan Yesus kepada orang banyak yang mengikuti-Nya. Sebetulnya saat itu Yesus dan para murid berniat menyingkir dan mengasingkan diri artinya mengurangi bertemu orang banyak keluar dari rutinitas untuk sekedar beristirahat sejenak pun tidak dilakukanNya karena keburu tergerak hatiNya melihat banyak orang yang mengikutiNya dan kembali Yesus menyembuhkan mereka yang sakit dan memberi makan orang banyak itu sampai kenyang (Mat 14:14,20). Sampai disini saja saya yakin tidak semua dari kita yang sanggup melakukan seperti yang Yesus lakukan. Betapa tidak, Ia sudah berkorban waktu, tenaga, keahlian lalu harus memberi makan orang lain juga, artinya harus juga berkorban uang ‘wow’ komplit deh.

    Seperti teman saya pernah bercerita saat ia bertugas di pedalaman sebagai dokter, tidak jarang ia harus keluar masuk kampung mengobati yang sakit, memberi penyuluhan sampai tidak ada waktu untuk istirahat mengingat jangkauan pelayanannya yang luas, terkadang dia kesal juga karena harus merogoh kocek pribadi untuk membantu memperbaiki rumah penduduk yang hampir roboh. Hal tersebut memang dijalaninya hanya dalam waktu dua tahun, karena setelah itu ia ditempatkan di kota Bogor, yang segala sesuatunya jauh lebih mudah dijangkau.

    Sangat jauh berbeda antara perbuatan saya dan teman saya tersebut dengan perbuatan yang telah dilakukan Yesus. Saya dan teman saya melakukannya bukan dengan prinsip berbelas kasih tetapi dengan terpaksa dan itu belum ada apa-apanya, karena berbelas kasih bukan untuk coba-coba atau sebatas keadaan tertentu saja. Berbelas kasih adalah sifat Ilahi yang dapat kita hidupi asalkan kita mau dan setia melakukannya, sebab berbelas kasih salah satu kesempatan kita untuk menjadi penyalur berkat kepada sesama dan itu hanya bisa kita lakukan jika kita telah hidup dalam terang Tuhan, melalui doa dan mencintai firman Tuhan inilah yang mampu mengasah kepekaan hati dan bertahan untuk setia melakukan belas kasih kepada sesama. Kita bisa mohon rahmat untuk mudah tergerak hati kita guna ‘berbelas kasih.’  (Stev)

    Doa: Ya Tuhan Yesus, mampukan kami untuk melakukan ajaran kasih-Mu, sehingga semua yang kami lakukan senantiasa menyenangkan hatiMu.

    Janji: “Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya” --- Mazmur 81:16

    Pujian: Pak Basuki, engkau selalu memperhatikan setiap orang yang datang kepadamu dan menyelesaikan masalah mereka dengan cepat dan tepat.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/