• Renungan Harian - Selasa, 8 Agustus 2017

    Selasa, 8 Agustus 2017

    St. Dominikus, ImPndiri Ordo

    Bilangan 12:1-13

    Mazmur 51:3-7,12-13

    Matius 15:1-2,10-14

    BUKAN BIBIR TETAPI HATI

    “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” --- Matius 15:8

    SEMUA YANG berasal dari pikiran, dirancang dalam hati, akan terwujud menjadi kata-kata yang keluar dari  bibir kita. Dan bisa terlaksana dalam tindakan atau perbuatan kita. Jadi sangat benar bila ada ungkapan bahwa “semua yang kita lakukan terjadi dua kali, pertama dalam pikiran dan kedua menjadi kenyataan” di luar. Bila saat hendak melakukan presentasi, Anda berpikir “Bagaimana kalau saya lupa?”, maka saat Anda presentasi, ternyata benar-benar Anda menjadi lupa.

    “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Mat 15:19). Di dalam pikiran dulu baru ke luar. Jadi hal ini menunjukkan bahwa memang kita sudah berdosa akibat pikiran yang jahat. Yang keluar dari pikiran jahat inilah yang membuat kita menjadi najis dan tidak layak di hadapan Tuhan, sedangkan yang masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut atau bibir dalam bentuk berbagai makanan atau minuman, tidak akan menajiskan kita (Mat 15:19).

    Tetapi saat berkomunikasi dengan Tuhan, melalui doa, dan juga kepada sesama, kita tidak dapat hanya asal bicara saja dengan bibir, tetapi kita perlu mengucapkannya dengan sungguh-sungguh, maksudnya dengan sepenuh hati. Jadi dalam berkomunikasi, janganlah kita asal bicara tetapi pikirkan dulu bagaimana nanti dampaknya, barulah kita ucapkan dengan sungguh-sungguh.

    Di sisi lain, semua yang dikatakan Allah, yaitu Firman Allah, bersifat mutlak dan kita harus menaatinya dengan sepenuh hati. Bila kita melawan atau mengingkarinya, maka seperti penyakit kusta yang menimpa Miryam (Bil 12:10), kita pun akan mendapatkan hukuman. (Dag)

    Doa: Ya Tuhan Yesus, kendalikanlah hati dan pikiranku, sehingga aku boleh menjadi alat dan berkat-Mu yang bermanfaat bagi sesama.

    Janji: “Musa adalah seorang yang lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi” --- Bilangan 12:3

    Pujian: Bu Maemunah, dia menunjukkan integritas hidup kepada kami, karena dia melakukan semua prinsip hidupnya sebagai orang beriman dengan sepenuh hati.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/