• Renungan Harian - Rabu, 9 Agustus 2017

    Rabu, 9 Agustus 2017

    St. Teresia Benedikta dr Salib, Mrt

    Bilangan 13:1-2a,25--14:1,

    26-29,34-35

    Mazmur 106:6-7a,13-14,21-23

    Matius 15:21-28

    TUHAN MENDENGARKAN

    “Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepadaKu? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel     kepadaKu telah Kudengar.” ---  Bilangan 14:27

    KETIKA BANGSA Israel sedang dalam perjalanan lewat padang gurun menuju Tanah Terjanji yaitu Kanaan, mereka menghadapi hambatan dan tantangan. Salah satunya adalah adanya orang Amalek dan orang Kanaan yang dikenal sebagai orang-orang yang besar dan gagah perkasa yang membuat bangsa Israel ketakutan dan pesimis memasuki Tanah Kanaan tersebut. Tak sedikit orang Israel bersungut-sungut atas beratnya perjalanan mereka saat itu (Bil 14:27). Ditambah lagi perkataan-perkataan negatif yang disampaikan oleh para pengintai tanah Terjanji kepada bangsa itu mengakibatkan semangat mereka menjadi ciut.

    Mereka sering melupakan perbuatan-perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan ketika mereka sedang menghadapi kesulitan. Seolah-olah Tuhan tidak mendengar dan tidak peduli pada teriakan mereka meminta pertolongan dariNya (Mzm 106:13).

    Kejadian yang dihadapi bangsa Israel saat itu menjadi bahan renungan bagi kehidupan kita saat ini. Betapa sering kita mengeluh dan menggerutu kepada Tuhan atas kesusahan yang sedang kita hadapi. Padahal semua peristiwa dalam hidup kita tidak ada satupun yang terluput dari pandangan-Nya. Tuhan tidak pernah terlena dan tertidur, Dia pasti mendengarkan kita karena Tuhan adalah penyelenggara kehidupan semua umat manusia. Terlalu besar kasih setiaNya untuk dilewatkan dalam setiap peristiwa hidup kita.

    Bunda Maria menjadi teladan kita dalam menghadapi segala kesulitan dan pergumulan hidup ini. Sejak menerima kabar gembira dari Malaikat Tuhan, mengandung dari Roh Kudus sampai pada kelahiran Yesus, Maria melakukan semua kehendak Tuhan itu dengan hati yang lapang dan berserah diri, tanpa bersungut-sungut. Semua peristiwa hidupnya disimpan dan direnungkan di dalam hatinya. Bahkan yang paling parah sekalipun yaitu saat ia harus menyaksikan proses kematian Anak yang dikasihinya, yang tidak melakukan kesalahan apapun, Maria menjalani semuanya itu dengan hati yang tabah. Pribadi yang sangat rendah hati dalam menerima kehendak Allah sehingga pada akhirnya Maria dimuliakan oleh Allah, ambil bagian dalam kemuliaan Anak-Nya.

    Kisah perempuan Kanaan yang percaya pada Yesus membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah melewatkan setiap doa yang kita panjatkan dengan sepenuh hati dan iman percaya kepadaNya. Bagaimana pun hinanya diri kita karena sering memberontak pada kehendak Tuhan, kerahimanNya tetap terbuka lebar bagi kita. (Lana)

    Doa: Tuhan, hanya Engkau satu-satunya yang mau mendengarkan kesusahan hatiku di saat semua orang tidak peduli.

    Janji: Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki --- Matius 15:28

    Pujian: Bunda Maria, engkau melakukan semua kehendak Tuhan itu dengan hati yang lapang dan berserah diri serta tabah, karena engkau selalu mendengarkan Tuhan dengan sepenuh hati.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/