• Renungan Harian - Kamis, 10 Agustus 2017

    Kamis, 10 Agustus 2017

    S. Laurensius, DiakMrt

    2 Korintus 9:6-10

    Mazmur 112:1-2,5-9

    Yohanes 12:24-26

    MENJADI AMBASADOR KERAJAAN ALLAH

    “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” --- Yohanes 12:26

    BEBERAPA BULAN yang lalu, salah seorang murid SMP saya dipilih menjadi salah satu ambassador sekolahnya. Tugasnya bersama rekan-rekannya yang terpilih menjadi ambassador adalah mewakili sekolah dalam menyambut, menemani, dan memberikan bimbingan serta informasi seputar sekolah mereka untuk pertukaran pelajar dari negara lain. Mereka menginap dan sekolah di Indonesia selama kurang lebih empat hari. Para ambassador ini mengorbankan waktu mereka untuk menjadi perwakilan sekolah.

    Dengan menjadi ambassador berarti mereka harus ‘melayani’ tamu-tamu tersebut. Mereka menemani untuk kuliner, mendatangi tempat-tempat yang mau dikunjungi, menjelaskan pelajaran-pelajaran dan beberapa hal yang sifatnya untuk beradaptasi. Singkat kata, para ambassador harus mengorbankan waktu dan kepentingan pribadi mereka. Satu hal yang membuat mereka bangga adalah karena merasa dipilih dan dipercaya oleh kepala sekolah dan para guru sekaligus menambah wawasan dari teman-teman baru.

    Demikian juga dengan penyelenggaraan Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) di paroki-paroki, kita yang mengikuti KEP adalah orang-orang yang diundang dan dipilih oleh Tuhan Yesus untuk turut aktif mengabarkan Kabar Gembira Tuhan. Para peserta KEP menjadi ambassador Kerajaan Allah.

    Salah satu tujuan utama dalam penyelenggaraan KEP adalah mengaktifkan dan mengembangkan pelayanan umat awam dalam memberikan kesaksian hidupnya sebagai murid Kristus, sehingga orang lain juga semakin menyadari dan merasakan kasih Tuhan dalam diri mereka.

    Satu hal penting yang tidak dapat dipisahkan adalah: kehidupan nyata sehari-hari dari para pengikut Kristus harus mencerminkan karya Kasih Kristus. Menjadi pelayan Tuhan bukan berarti hanya aktif dalam kegiatan organisasi, komunitas ataupun kelompok doa di dalam gereja. Melayani Yesus berarti kita dipanggil untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan nyata yang mencerminkan cinta kasih-Nya. Menjadi ambassador Kristus berarti semakin peka atas apa yang Yesus inginkan supaya kita melakukannya.

    Dan dengan kepekaan tersebut, kita akan dituntun dan dibentuk oleh kuasa Roh Kudus untuk mempunyai kerelaan dalam melakukan karya kasih. Kerelaan hati membuahkan suka cita yang memberi kekuatan dalam pengharapan. Dan semakin dekat dengan-Nya, kita pasti semakin merasakan kemurahan Tuhan. Tuhan yang sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada anak-anak-Nya (2 Kor 9:8).

    Roh Kudus sendiri yang ada di dalam diri kita yang akan memimpin kita untuk melakukan karya-karya pelayanan. Dan di dalam setiap karya pelayanan, kita selalu diingatkan bahwa kita adalah ambassador atau duta Kerajaan Surga. Allah Bapa di surga bangga kepada kita semua. (Lisa)

    Doa: Terima kasih Tuhan, karena kami sudah Kau pilih untuk menjadi duta Kerajaan Surgawi. Untuk itu bimbinglah kami untuk selalu meneladani-Mu, selalu rendah hati dan tulus dalam melayani sesama.

    Janji: “Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya” --- Mzm 112:5

    Pujian: Santo Paulus, walaupun sebelumnya dia sangat membenci Tuhan Yesus dengan menganiaya dan pengikut Yesus, tetapi kemudian dia menjadi ambassador Kerajaan Allah yang luar biasa.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/