• Renungan Harian - Jumat, 11 Agustus 2017

    Jumat, 11 Agustus 2017

    St. Klara, Prw

    Ulangan 4:32-40

    Mazmur 77:12-16,21

    Matius 16:24-28

    MENJADI MURID KRISTUS

    “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.” --- Matius 16:24

    KITA ORANG KATOLIK, dalam kehidupan sehari-hari, sering kali dikaitkan dengan Salib. Malahan boleh dikatakan identitas orang Kristen Katolik adalah Salib. Kita memulai setiap doa  selalu  diawali dengan membuat Tanda Salib. Tanda yang mudah dibuat, tapi kadang kala sukar untuk dilakukan, terutama saat sedang berada di tempat umum. Sebagai contoh, saat sedang makan di rumah makan yang ramai dipadati pengunjung, beberapa orang Katolik tidak membuat tanda salib, atau kalaupun membuat tanda salib, gerakannya sangat cepat dan malah terlihat seperti membuat tanda salib mini.

    Mengapa kita tidak berani membuat Tanda Salib? Ada merasa canggung. Ada yang malu karena identitas kita. Atau malah mungkin takut ditolak oleh orang lain di sekitarnya karena mempunyai iman yang berbeda.

    Menjadi pengikut Kristus yang konsekuen seperti saat ini memang tidak mudah.

    • Banyak godaan dan tawaran duniawi yang menggiurkan bagi yang menginginkan jalan pintas untuk menjadi kaya ataupun berhasil secara materi, sehingga mengabaikan kebenaran. 

    • Ada yang ditawari naik jabatan asal mau meninggalkan iman akan Kristus. Atau godaan menerima suap dari pihak-pihak yang ingin dipermudah urusannya tanpa melalui prosedur yang benar.

    Semua godaan dan jebakan duniawi tersebut hanya bisa dilawan jika kita benar-benar percaya bahwa Yesus-lah Jalan, Kebenaran dan Hidup Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus (Yoh 14:6). Juga jika bukan rasa malu atau takut yang meraja bertahta dalam hati kita, tetapi Yesus Kristus satu-satu Raja.

    Injil hari ini menyadarkan kita, sebagai pengikut Kristus, bahwa untuk mengikut Yesus, kita harus menyangkal diri dan memanggul salib kita, sehingga kita dapat sepenuhnya menaati kehendak-Nya. Bukan salib menjadi beban, tetapi salib-lah yang meringankan beban hidup  kita.

    Saat ini kitapun diajak untuk selalu menanggapi kasih Tuhan, dengan cara memusatkan hidup kita hanya kepada-Nya, dengan tabah memanggul salib kita dan dengan setia mengikuti-Nya. Dan ini akan menjadi berkat bukan hanya untuk diri kita  tetapi menjadi saluran berkat bagi sesama. (Thonny)

    Doa: Ya Bapa, oleh belas kasih-Mu,  dampingi dan kuatkanlah  iman kami agar mampu memanggil salib kami yang berupa segala godaan duniawi yang kami jumpai.

    Janji: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” --- Matius 16:26

    Pujian: Pak Basuki, ia menjadi pejabat yang jujur dan berdedikasi tinggi. Ia meninggalkan hakmu pribadi dan menyerahkannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

     

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/