• Renungan Harian - Rabu, 16 Agustus 2017

    Rabu, 16 Agustus 2017

    St. Stefanus dr Hungaria

    Ulangan 34:1-12

    Mazmur 66:1-3a,5,8,16-17

    Matius 18:15-20

    MENEGUR DAN MEMAAFKAN

    "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” --- Matius 18:15

    BILA ADA umat dalam Komunitas kita bersalah atau berdosa secara terbuka, Komunitas wajib peduli. Terhadap warga umat yang demikian, kita tidak boleh langsung main hantam, karena mencoreng nama baik Komunitas. Juga sebaliknya kita tidak bisa bersikap ‘masa bodo’ terhadap hal itu, dengan dalih ‘itu urusan pribadi dengan Tuhan’.

    Lewat penginjil Matius, Yesus mengajarkan pendekatan-Nya mengatasi masalah adanya warga yang ‘sesat’ itu. Dalam bacaan Injil hari ini, terdapat empat tahap :

    1. Menegur;
    2. Mendatangkan satu atau dua orang sebagai saksi;
    3. Membawa masalahnya ke Jemaat;
    4. Bila tetap keras kepala: anggaplah sebagai orang  yang tidak mengenal Allah ...

    Dalam hal ini, kita sangat bersyukur sebagai Kristiani, khususnya Katolik, bahwa Yesus mengadakan Sakramen Tobat atau Pengampunan Dosa. “Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat 18:18).

    Kuasa pengampunan telah diberikan Yesus kepada Gereja, sebagai Sakramen Penyembuhan. Terjadi dalam dua peristiwa:

    • Sewaktu Petrus mengakui ‘Siapa Yesus itu!’, Yesus lalu bersabda “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat 16:18-19)
    • Sewaktu Yesus telah bangkit dan menampakkan Diri kepada para rasul yang hadir: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” (Yoh 20:21-23).

    Sewaktu saya bertugas sebagai Pastor Kampus di Jakarta, tiap jelang Paska dan Natal membaptis mahasiswa, yang umumnya sejak SD telah mengenal Yesus. Tetapi dalam perjalanan hidup setelah Baptis, selalu ada yang ‘tidak setia’. Anggota Komunitasnya sangat kompak. Sewaktu teman ‘yang tak setia itu bertobat’ dan balik ke Gereja lagi, saya diminta mereka guna menyampaikan Sakramen Tobat. Tetapi sebelumnya, mereka telah berkumpul, dan saya meminta yang bersangkutan meminta maaf kepada seluruh warga Komunitas yang berkumpul. Saya bertanya kepada Komunitas, bagaimana ‘teman yang bertobat dan mau kembali’, “apakah kalian mau mengampuni dan menerima kembali?” Semua menjawab “Ya”.  Baru kemudian “saya sampaikan sabda pengampunan Kristus dan Gereja kepada yang bersangkutan.” Semua teman lalu memeluknya dan terharu.

    Doa: Bapa yang maharahim, terima kasih Engkau kirim Yesus Putera-Mu, sebagai utusan belas kasih untuk kami.

    Janji: “Terimalah Roh Kudus, jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni” --- Yohanes 20:21

    Pujian: Bapa suci telah menentukan tahun 2016 sebagai Tahun Kerahiman Ilahi. Kerahiman Allah tidak dibatasi oleh waktu. Umat menanggapi dengan menyambut Sakramen Tobat, juga saat ini.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

     

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/