• Renungan Harian - Kamis, 24 Agustus 2017

    Kamis, 24 Agustus 2017

    St. Bartholomeus, Rasul

    Wahyu 21:9b-14

    Mazmur 145:10-13,17-18

    Yohanes 1:45-51

    MENGENAL ISI HATI KITA

     “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nasaret?” --- Yohanes 1:46

    MUNGKIN KITA pernah berjumpa dengan seseorang yang pada  awalnya tidak mendapat kesan apa-apa. Kita anggap biasa-biasa saja atau malah kita anggap tidak masuk hitungan. Eh, ternyata di kemudian hari dia menjadi teman akrab. Seakan-akan kita lalu memiliki cara memandang yang lebih dalam.

    Ini dialami oleh Natanael, yang kemudian dikenal dengan nama Bartolomeus, sebagai rasul Yesus. Bagi Natanael mula-mula sama sekali tak tertarik untuk diperkenalkan dengan ‘seorang tukang kayu dari desa’. Baginya tak mungkin ada sesuatu yang menarik dan berharga dari desa kecil Nasaret. Tetapi Yesus yang tajam dalam kuasa penrawangan akan kepribadian Natanael meluluhkan sikap ‘tak percayanya’.  Yesus hanya mengatakan “Lihat, inilah seorang Israel sejati” (Yoh 1:47). Pengetahuan batin Yesus, bisa membaca isi hati orang, mendorong Natanael untuk lebih dekat mengenal ‘orang baru ini’.

    Sabda Yesus “Sebelum Filipus memanggil kamu, Aku melihat kamu di bawah pohon ara” (Yoh 1:48). Adalah kebiasaan orang-orang Yahudi, para rabbi (‘guru’) mempelajari ayat-ayat suci di bawah naungan bayangan pohon ara. Ini seakan-akan Yesus mengatakan bahwa Ia tahu, la benar, Natanael baru merenungkan ayat-ayat suci, malahan mungkin baru berdoa untuk persiapan kedatangan al Masih. Sewaktu Yesus mewahyukan tentang dirinya, Natanael lalu sama sekali tidak berpegang teguh pada harapan-harapannya tentang bagaimana nantinya al Masih itu datang. Lebih dari itu. Natanael membuka diri untuk kemungkinan bahwa Yesus jauh dari apa yang ia bayangkan, melampaui apa yang ia lihat dengan mata. Maka dia lalu berseru, “Rabi, Engkaulah Anak Allah, Engkau Raja Orang Israel” (Yoh 1:49).

    Memang nantinya Yesus akan meretas harapan-harapan kita dan akan menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mulia tentang Diri-Nya, juga tentang diri kita ini. Dalam pelayanan, bisa saja, teman sekerja kita menunjukkan tanda-tanda kesucian, yang tak pernah kita jumpai. Mungkin kita hanya melihat secercah ciri kepribadian yang Yesus ingin tunjukkan kepada kita selama kita menjadi murid-Nya. Juga bisa kita lalu memiliki cara pandang lain tentang Yesus, yang bukan hanya dari pikiran kita tetapi juga dari teman dan para sahabat kita.

    Kalau pengalaman ini terjadi, jangan cepat-cepat dibuang dan dilupakan. Tuhan ingin memperluas cara pandang kita. Ia ingin membuka mata kita lebar-lebar menatap hadirat-Nya, kebaikan dan rahmat-Nya. Ini akan terjadi pada diri kita sebagai mana para malaekat akan mengelilingi Natanael.

    Mari kita buka mata kita, hati kita. Semoga kemuliaan Yesus yang diwahyukan kepada Natanael, juga mendorong dan menggerakkan kita untuk mewartakan bahwa Yesus inilah Sang Mesias.

    Doa: Datanglah ya Roh Kudus, buka mata kami untuk memandang kemuliaan Allah.

    Janji: “Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan” --- Mazmur 145:13

    Pujian: Rasul Bartolomeus disebut di Injil Sinoptici. Yohanes menyebutnya Natanael, sebagai seorang yang jujur dan tulus. Yesus sendiri menyebutnya ‘seorang Israel sejati.’ Ia murid Yesus yang setiawan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/