• Renungan Harian - Jumat, 1 September 2017

    Jumat, 1 September 2017

    1 Tesalonika 4:1-8

    Mazmur 97:1-2b,6,10-12

    Matius 25:1-13

    MENJADI BODOH ATAU BIJAKSANA

    “Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.” --- Matius 25:3-4

    LAWAN KATA ‘bodoh’ adalah ‘pintar’ atau ‘pandai’. Tetapi dalam perikop ini lawan dari ‘bodoh’ adalah ‘bijaksana’. Apakah pengertian dari bodoh, pintar, dan bijaksana itu?

    Bodoh berarti tidak cepat mengerti atau tidak memiliki pengetahuan. Pintar berarti pandai, banyak akal, atau mahir dalam melakukan sesuatu. Sedangkan ‘bijaksana’ berarti selalu menggunakan akal budinya, arif, tajam pikiran, cerdas atau pandai dan hati-hati. Dari pengertian Kamus, ternyata memang bijaksana itu memang lebih dari sekedar pandai.

    Gadis yang bodoh berarti gadis yang tidak menggunakan akalnya dalam bertindak, seperti yang ditunjukkan dalam bacaan Injil hari ini. Mereka membawa pelita tetapi tidak membawa minyak. Jadi mereka tidak memiliki perencanaan matang dalam melakukan tindakannya. Sedangkan gadis yang pintar menggunakan akal dan juga budi dan pertimbangan hatinya (cerdas). Mereka melakukan tindakan yang matang dan terencana. Mereka membawa pelita dan juga membawa minyak.

    Bagaimana dengan kita, apakah sudah menjadi manusia yang bijaksana-cerdas atau tetap bodoh? Tuhan Yesus telah memberikan berbagai pengajaran, nasehat, dan contoh-contoh agar kita memperoleh keselamatan sehingga dapat menikmati kehidupan kekal di rumah Bapa (bdk. 1 Tes 4:1). Bila kita telah mempelajari semua perintah dan melaksanakan ajaran-Nya, maka pastilah kita memperoleh keselamatan kekal. Tetapi seringkali kita melupakan semua yang telah diajarkan Tuhan Yesus, karena kita terbuai oleh berbagai godaan, yaitu kedagingan, dunia, dan kuasa setan.

    Kita tahu jalan menuju keselamatan, tetapi kita malah menghindari jalan itu dan memilih jalan yang berlawanan. Jelas hal ini menunjukkan bahwa kita masih merupakan manusia yang bodoh. Memiliki akal, tetapi kita tidak pernah mau menggunakannya dengan bijak, dan kita memilih hanya mencari kenikmatan dunia yang berlangsung sesaat saja.

    Ada pepatah yang menyatakan bahwa “keledai tidak akan jatuh dua kali di lubang yang sama”, sedangkan manusia ternyata seringkali “jatuh di lubang yang sama” berulang -kali.

    Marilah kita sekarang mau berubah menjadi manusia-manusia bijak, yang mengetahui semua perintah dan ajaran Tuhan, memahami, dan melaksanakannya dengan sepenuh hati, sehingga kita boleh memperoleh kehidupan kekal di rumah Bapa di Surga. (Dag)

    Doa: Bapa, ajari kami untuk menjadi manusia yang bijaksana.

    Janji: Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! --- Mazmur 97:10a

    Pujian: Santo Paulus, engkau telah menjadi teladan bagi kami, karena engkau telah meninggalkan kebodohan dan menjadi manusia yang bijaksana.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/