• Renungan Harian - Sabtu, 2 September 2017

    Sabtu, 2 September 2017

    1 Tesalonika 4:9-11

    Mazmur 98:1,7-9

    Matius 23:14-30

    KEPERCAYAAN YANG DIBERIKAN ALLAH

     “Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya.” --- Matius 25:29

    SETIAP ORANG telah diberkati Tuhan dengan karunia-karunia yang berbeda-beda menurut kemampuannya. Yesus mengetahui kemampuan setiap orang dan Ia memberi kepercayaan dengan memberikan karunia atau talenta kepada mereka berdasarkan kemampuan masing-masing. Talenta yang Tuhan berikan tidak boleh didiamkan atau ditanam namun harus disyukuri dan dikembangkan dalam setiap pelayanan yang kita lakukan. Hal ini kita lakukan untuk menunjukkan ketaatan dan kesetiaan kita pada Tuhan dalam rangka untuk mewujudkan Kerajaan Allah.

    Yanto adalah seorang sarjana yang pintar, tampan, orang berada dan mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi sayang. Dia sangat merasa dirinya ‘super’. Memang ia mempunyai banyak kelebihan. Maka ia tergoda untuk selalu ingin dihargai dan diistimewakan. Jadi Yanto tidak memanfaatkan talenta yang diberikan Tuhan secara optimal dan tidak demi kemuliaan Tuhan.

    Sedangkan Andi mempunyai kemampuan yang biasa saja. Ia juga berasal dari keluarga sederhana dan hanya tamatan SMA. Walaupun Andi mempunyai kemampuan yang kurang bila dibandingkan dengan teman-temannya, ia tidak merasa rendah diri. Andi menerima dirinya apa adanya. Karena itu, ia bekerja dengan giat dan tekun. Bahkan jika pekerjaannya telah selesai, ia selalu menawarkan bantuan kepada teman dan atasannya untuk melakukan pekerjaan mereka yang pada saat itu belum selesai. Karena kerajinan dan ketekunannya, Andi menjadi orang yang mampu mengerjakan banyak hal di perusahaan tempat ia bekerja. Akhirnya ketika pimpinan perusahaan tersebut pensiun, Andi-lah yang dipilih oleh pimpinannya untuk menggantikan dia. Dalam hal ini jelas Andi telah memanfaatkan talenta yang diberikan Tuhan, serta terus mengasah dan menggunakannya bagi kepentingan bersama.

    Bagaimana dengan kita, sudahkah kita mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita dengan baik, seoptimal dan semaximal mungkin? Bila belum lakukanlah sekarang juga, selagi kita memiliki waktu. (Pipin)

    Doa: Allah, Bapa yang penuh kasih, bukalah hati kami agar jiwa dan roh kami senantiasa selalu terbuka untuk dapat melihat talenta yang Engkau berikan dan itu semua kami syukuri dan dapat kami kembangkan agar berguna bagi sesama dan menjadi kemuliaan bagi nama-Mu yang kudus. Amin.

    Janji: “Anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah pesankan kepadamu”  ----  1 Tesalonika 4:11

    Pujian: Terimakasih Tuhan kalau Engkau telah membuka mata hatiku untuk dapat melihat talenta yang sebelumnya tersembunyi karena aku kurang menghargai anugerah tersebut. Sekarang aku dapat melayani-Mu dengan rahmat yang ku terima.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/