• Renungan Harian - Selasa, 5 September 2017

    Selasa, 5 September 2017

    1 Tesalonika 5: 1-6,9-11

    Mazmur 27:1,4,13-14

    Lukas 4:31-37

    PENGAJARAN YANG PENUH KUASA

    “Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.” --- Lukas 4:32

    YESUS DI KAPERNAUM. Tempat tinggal kedua setelah meninggalkan Nazaret. Itu sebuah kota di Galilea, di tepi danau Tiberias. Yesus mengajar pada hari Sabat. Karena perkataan Yesus yang penuh wibawa dan kuasa, maka banyak orang di Kapernaum menjadi takjub ketika mendengar pengajaran-Nya.

    Di tempat itu pun ada orang yang kerasukan setan; dan ketika Setan itu mengenali Yesus, ia menjadi ketakutan. Setan itu berkata, “Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah”. Yesus pun mengusir setan itu, dan membebaskan orang yang kerasukan itu. Kejadian ini semakin menegaskan bahwa Yesus berkuasa atas segala ciptaan Allah,  termasuk juga kuasa atas setan dan roh-roh jahat. Terbukti, ketika Yesus menghardik setan itu dengan berkata: “Diam, keluarlah daripadanya”, setan itu pun taat pada perintah Yesus dan langsung keluar dari orang yang kerasukan itu, tanpa menyakiti orang yang kerasukan itu. Benar, Yesus sungguh adalah Allah.

    Pengajaran dan mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus membuat banyak orang Kapernaum menjadi takjub. Sayangnya perasaan takjub tersebut  tidak menghantarkan iman mereka untuk mengakui bahwa Yesus sebagai Mesias.

    Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga hanya akan berhenti pada perasaan takjub semata sepertii orang-orang di Kapernaum? Sebagai pengikut Yesus, bahkan murid-Nya, selain merasa takjub, kita perlu mampu mewujudkan ajaran Yesus secara konkret melalui pikiran, perkataan dan tindakan kita sehari-hari.

    Kita perlu menyadari, bahwa niat dan perbuatan baik yang kita lakukan belum tentu dapat diterima dengan baik oleh orang lain. Jika kita mengalami hal demikian, janganlah kita berkecil hati atau putus asa. Jangan terburu-buru menyalahkan orang lain. Bisa saja penolakan mereka terjadi karena kita sendiri yang belum mencerminkan keselarasan antara perkataan dan perbuatan kita.

    Sebelum menilai orang lain, perlulah kita mawas diri, apakah kita seorang yang “jarkoni” yakni bisa “ujar” (berkata) tentang Firman Allah tetapi tidak bisa “nglakoni” (melaksanakan) dalam kehidupan kita? Maka, sudah sepantasnyalah kita selalu berupaya menyelaraskan  perkataan  dengan  perbuatan dalam hidup kita, sehingga mempunyai kuasa untuk saling berbagi dengan sesama, yakni merasakan kasih Tuhan. ‘Satu kata dan perbuatan’ inilah yang akan menunjukkan bahwa kita memang sungguh mengenali, percaya dan memuliakan Yesus, sang Juru Selamat kita. (Thonny)

    Doa: Ya Tuhan, Engkau telah membebaskan orang yang kerasukan setan di Kapernaum. Kami mohon lindungi dan bebaskan kami pula  dari yang jahat, agar dapat selalu bebas memuji-Mu.

    Janji: ‘Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup. Nantikanlah TUHAN. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu. Ya, nantikanlah TUHAN’ --- Mazmur 97:13-14

    Pujian: Setelah mengikuti pencurahan Roh Kudus dalam Retret Pengutusan (Retus) Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP), Anton kini  telah terbebas dari ketergantungan jimat, takhayul dan kuasa kegelapan. Sekarang ia menyandarkan seluruh hidupnya kepada kuasa Tuhan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/