• Renungan Harian - Senin, 11 September 2017

    Senin, 11 September 2017

    St. Klara, Prw

    Kolose 1:24--2:3

    Mazmur 62:6-7,9

    Lukas 6:6-11

    JANGAN MENUNDA BERBUAT BAIK

    “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?” --- Lukas 6:9a

    DALAM “SHARING” Kitab Suci, sering terjadi silang pendapat dalam membahas perilaku orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang sangat kaku dalam memegang dan menaati Hukum Taurat. Mereka dikatakan sebagai orang-orang munafik dan durjana seperti ditulis: Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar  di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (Mat 23:28).

    Bacaan Injil hari ini mengisahkan saat Yesus mengajar di rumah ibadat pada hari Sabat. Pada saat itu, orang-orang Farisi juga datang, tetapi dengan maksud yang berbeda, yakni dengan menunggu dan mencari-cari kesalahan Yesus. Hari itu adalah hari Sabat, hari ketujuh yang diberkati dan dikuduskan Allah. Di hari ketujuh Allah berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya (Kej 2:3). Orang Farisi berharap Yesus menyembuhkan orang pada hari itu, sehingga mereka mempunyai alasan mempersalahkan-Nya.

    Yesus, yang mengetahui pikiran jahat mereka, dengan sengaja melakukan tindakan yang tidak mereka duga dengan menyembuhkan orang yang mati tangannya. Sebelum mereka menyadari apa yang terjadi, Yesus bertanya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” Pertanyaan ini membuat mereka sangat marah dan membuat rencana untuk menangkap Yesus.

    “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat” (Mrk 2:27-28). Pengajaran Yesus tidak dibatasi oleh tempat dan waktu, sehingga pelayanan-Nya dapat dilakukan kapan saja.  Sebagai pengikut Yesus, jangan sampai kita  berperilaku seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang sibuk mencari kesalahan dan menghalangi perbuatan baik orang lain. Berbuat baik janganlah ditunda-tunda, apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan menyelamatkan nyawa orang. Bisa menjalani hidup dalam kebaikan, menjauhkan diri dari yang jahat dan hidup berdasarkan cinta kasih adalah anugrah dari Allah yang tak ternilai. (Thonny)

    Doa: Tuhan, jauhkanlah kami dari perilaku munafik seperti orang-orang Farisi, agar kami dapat berbuat baik bagi sesama dengan tulus dan iklhas.

    Janji: Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

    Pujian: Karena perjumpaannya dengan Yesus, Rasul Paulus yang semula memusuhi dan mengejar-ngejar pengikut Yesus, akhirnya mengalami pertobatan dan menjadi pewarta Injil yang ulung dan setia sampai akhir hidupnya. Haleluya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/