• Renungan Harian - Senin, 25 September 2017

    Senin, 25 September 2017

    Ezra 1:1-6

    Mazmur 126:1-6

    Lukas 8:16-18

    MESKI GAGAL – KITA TETAP BERBAGI KABAR GEMBIRA

    “Ia menempatkannya (pelita) di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.” --- Lukas 8:16

    SEPTEMBER BULAN KITAB SUCI bagi kita umat Katolik di Indonesia. Hari Kamis lalu, 21 September, pesta Santo Matius, rasul dan penulis Injil. Sabtunya, 23 September, dibacakan dari Injil Lukas (8:4-15) tentang Seorang Penabur menaburkan benih. Benih itu ada yang jatuh di ‘pinggir jalan’, ‘tanah bebatu’, “semak duri’ dan di ‘tanah yang baik’ (Luk 8:5 dst). Itu gambaran empat macam kelompok orang yang menerima pewartaan Kabar Gembira. Tetapi hanya satu kelompok saja yang “setelah mendengarkan firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan” (Luk 8:15). Dan kelompok ini berbuah lebat, “ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang seratus kali lipat” (Mrk 4:20).

    Kalau kita yang menaburkan benih sabda dan jatuh di ke tiga jenis tanah lainnya, berarti ‘usaha kita menabur benih gagal’. Ini bisa membuat diri kita merasa se-akan-akan sabda Allah yang kita terima itu hanya diri kita sendiri. Tetapi nyatanya, Tuhan Yesus menyuruh kita untuk menempatkan ‘cahaya Sabda Allah’ itu di atas ‘kaki dian’ dari hidup kita, supaya memberi terang dan cahaya kepada semuanya (Luk 8:16).

    Tuhan juga memperingatkan kita kalau kita tidak ‘berbagi’ Kabar Gembira itu, kita sendiri akan kehilangan (Luk 8:18). Sebaliknya, kalau kita “mendengarkan firman Allah dan melakukannya”, yakni dengan “berbagi” dan meneruskan kepada orang-orang yang belum pernah mendengar-nya, Yesus berjanji bahwa Dia akan menganggapnya (menerima) kita-kita sebagai  “Ibu, saudara-saudari-Nya” (Luk 8:21; Mrk 3:35). Tuhan mendorong kita untuk tak takut berbagi Sabda-Nya, meskipun kemungkinan akan adanya kegagalan, orang yang mendengarkan menolaknya.

    Apakah kita benar-benar mengasihi Yesus? Apakah kita benar-benar mengasihi orang-orang? Tiap hari kita berdoa “Datanglah Kerajaan-Mu”, artinya kita tidak mau ‘selamat sendiri’, tetapi kita ingin orang-orang lainpun masuk ke dalam Kerajaan Allah.

    Tentu kita tahu dan sadari bahwa orang-orang perlu untuk percaya pada Yesus Kristus. Santo Hieronimus menyatakan bahwa “Tidak kenal Kitab Suci berarti tidak kenal  Kristus” (KGK 133). Orang-orang sangat butuh mendengarkan Sabda Allah guna beriman kepada Tuhan. Mari, jangan lupa, kita perlu ‘berbagi’ Sabda Allah.

    Doa: Bapa, semoga kasih mendesak saya untuk berbagi Sabda-Mu apapun situasi dan keadaannya.

    Janji: “Setiap orang, yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah Tuhan” ---  Ezra 1:5

    Pujian: Umat di salah satu Paroki di Jakarta, tersadarkan berkat Rekoleksi bahwa  mereka yang telah menerima Krisma, bukan lagi pengikut tetapi murid-murid Yesus. Sebagai murid mereka diutus untuk mewartakan Injil, berbagi iman, menggaet jiwa-jiwa ke dalam Kerajaan Allah.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/