• Renungan Harian - Rabu, 27 September 2017

    Rabu, 27 September

    St. Vinsensius a Paulo, Im

    Ezra 9:5-9

    MT Tobit 13:2-5,8

    Lukas 9:1-6

    KESEDERHANAAN KUASANYA

    “Yesus... memberikan ‘kuat kuasa’Nya kepada mereka.” --- Lukas  9:1

    YESUS MEMANGGIL kedua belas rasul dan mengutusnya. Ia memberi mereka “tenaga dan kuasa untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit” (Luk 9:1). Dan lagi, Yesus tidak memperbolehkan mereka membawa ‘tongkat’, bekal, roti dan uang serta pakaian extra (Luk 9:3). Di sini Yesus menegaskan bahwa ‘kuat kuasa dan kesederhanaan’ merupakan hal yang sangat pokok dalam perutusan-Nya.

    Kuasa dan wewenang duniawi sering macam-macam dan beraneka ragam. Umpama saja, tentara, senjata, politik dan media sosial. Semuanya sangat berkuasa dan berkaitan satu sama lain. Sebaliknya, kuasa dan wewenang Yesus sangatlah sederhana.  Kuasa dalam Yesus sering kali berdasar  tidak pada memiliki lebih melainkan dalam memiliki kurang. Oleh karena itu, tindakan yang paling penuh kuasa dalam sejarah umat manusia ialah “Wafat dan Kebangkitan” Yesus. Ia lakukan ini dengan cara ‘mengosongkan Diri’ (Flp 2:7). Yesus hidup secara sederhana kalau tidak malahan miskin. Dan sewaktu Yesus meninggal, Ia tak memiliki apa-apa. Menurut Paulus, justru dalam kelemahan, kuat kuasa Allah  menjadi sempurna (2 Kor 12:9). Dan dalam Madah Pemuliaan, Paulus menulis: “Itulah sebabnya, Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya Nama di atas segala nama” (Flp 2:10).

    Kita ingin kaya atau miskin? Ingin berkuasa atau tak berkuasa? Tetapi apapun keinginan kita, kita beri Yesus kesempatan menjadikan kita sedemikian ‘sederhana dan miskin’ sehingga  kita memiliki ‘kuasa!’

    Percayakah kita akan ‘kesederhanaan dari Kuasa-Nya?’

    Doa: Bapa, berilah daku keberanian dan tekad untuk hidup secara sederhana.

    Janji: “Ia (Allah)  membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat kelegaan untuk membangun rumah Allah kami dan menegakkan kembali reruntuhannya, dan diberi tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem” --- Ezra 9:9

    Pujian: Santo Vincentius, terkenal sebagai rasul cinta kasih bagi kaum miskin dan penghibur orang-orang sakit. Sebelumnya, dia pernah diculik dan dijadikan budak. Secara ajaib karena belas kasih Allah, Vincentius dibebaskan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/