• Renungan Harian - Kamis, 28 September 2017

    Kamis, 28 September 2017

    S. Wenseslaus, Mrt

    S. Laurensius Ruiz dkk, Mrt

    Hagai 1:1-8

    Mazmur 149:1-6a,9b

    Lukas 9:7-9

    MEMPERSEMBAHKAN HIDUP UNTUK MEWARTAKAN INJIL

    “Perhatikanlah keadaanmu: Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit.” --- Hagai 1:5-6

    BAGAIMANA RASANYA kalau kita bekerja keras, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Kita sudah menyantap, makan banyak, tetapi terasa belum kenyang.  Kita menabur ‘firman Tuhan’ tetapi ternyata tak ada hasil banyak, benih jatuh di tanah pinggir jalan atau berbatu batu. Tidak puas, tidak kenyang, kita lalu dapat frustrasi. Ke mana tempat pelarian kita? Kalau kita pergi ke tempat-tempat yang ‘kosong dan hampa’, kita akan merasa perasaan kekosongan, kehampaan.

    Kita bisa menjadi ‘kosong dan hampa’ disebabkan beberapa alasan:

    • Satu alasan umum ialah: mendahulukan urusan-urusan kita daripada urusan Allah (Hg 1:2-4);
    • Kalau demikian sebenarnya, kita menyembah ‘berhala’.
    • “Pemujaan ‘allah-allah’ yang hampa adalah awal, sebab dan akhir segala kejahatan” (Keb 14:27);
    • Kalau kita pergi ‘illah-illah’ (berhala) hampa, kita sendiri akan menjadi hampa dan kosong (Yer 2:5).

    Tetapi sebaliknya, kalau kita ingin menjadi penuh, bukannya hampa, kita perlu:

    • ‘menyangkal diri kita sendiri (Luk 9:23);
    • Memberikan sepenuhnya hidup kita kepada Yesus, karena “seluruh kepenuhan Allah berkenan tinggal di dalam Dia” (Kol 1:19).
    • “Lapar dan haus akan kebenaran”, dan kita akan dipuaskan (Mat 5:6);
    • Kita  lebih dahulu mencari Kerajaan Allah, bukan ‘kebutuhan kita’, lalu “semuanya akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33).
    • “Lakukanlah apa yang dikatakan kepada-Mu!” (Yoh 2:5).

    Dan sebagai jawaban serta tanggapan Yesus kepada kita yang patuh kepada-Nya, Yesus akan memberi dan memenuhi kita dengan “anggur yang baik” (Yoh 2:10), yang dari Roh Kudus (Kis 2:4). Yesus mengosongkan Diri (Flp 2:7), agar dapat memberi  kita hidup yang penuh, yakni “dengan segala kelimpahannya” (Yoh 10:10).

    Mari kita persembahkan hidup kita kepada Yesus.

    Doa: Bapa, aku mau mengosongkan diriku, karena cintaku pada-Mu. Penuhilah diriku.

    Janji: “Tuhan berkenan kepada umat-Nya. Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan” --- Mazmur 149:4

    Pujian: Meski tidak wajib, hari ini kita kenang jasa Santon Laurentius dan rekan. Mereka dari Ordo Pengkotbah (OP). Karya pewartaan Injil ke Filipina, Taiwan dan Jepang.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/