• Renungan Harian - Selasa, 3 Oktober 2017

    Selasa, 3 Oktober 2017

    Minggu Biasa XXVI

    Yehezkiel 16:25-28

    Mazmur 25:4-9

    Filipi 2:1-11 (2:1-5)

    Matius 21:28-32

    MENYALAHKAN TUHAN

    Yehezkiel 16:25-28

    “Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah. Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku. Lihat, Aku telah melawan engkau dan telah mengurangi bagianmu dan menyerahkan engkau kepada kesewenang-wenangan orang-orang yang membenci engkau, yaitu perempuan-perempuan Filistin, yang merasa malu melihat tingkah lakumu yang mesum itu. Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas.”

    Filipi 2:1-11

    “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

    Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

    Matius 21:28-32

    "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

    “Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakanKu yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?” --- Yehezkiel 18:25

    DALAM SITUASI yang tidak sesuai dengan harapan seringkali kita menyalahkan Tuhan. Kita merasa pandangan kita itu terbaik. Kemudian kita menjadi marah pada Tuhan. Bahkan kita sampai rela meninggalkan tugas pelayanan yang dipercayakan pada kita.

    Kitab Yehezkiel menceriterakan situasi bangsa Israel pada masa itu. Umat Israel melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Allah, namun sewaktu menghadapi penderitaan, mereka menyalahkan Allah.

    Pada saat itu Allah menyampaikan pesanNya kepada mereka melalui Yehezkiel. Tuhan meminta bangsa Israel untuk ‘bertobat dan berpaling dari segala durhakamu” (Yeh 18:28,30,32). “Perbaharuilah hatimu dan rohmu” (Yeh 18:31).

    Tuhan selalu hadir dalam setiap peristiwa hidup ini karena Dialah yang menyelenggarakan kehidupan kita. Dia  merancangkan segala sesuatunya dengan sangat baik meskipun pada awalnya kita merasa tidak nyaman untuk menjalaninya. Dia menghendaki kita menjadi pribadi yang rendah hati serta mau membuka hati terhadap rencanaNya di dalam hidup ini. Di bulan Oktober, bulan Maria, kita dapat belajar dari teladan Bunda Maria. Ia menerima setiap peristiwa kehidupan sebagai bagian dari kehendak dan rencana Allah.

    Kita adalah murid-murid Kristus yang diharapkan setia mengikuti Tuhan dengan melakukan tugas perutusan dan pelayanan yang dipercayakan pada kita untuk menjangkau banyak jiwa agar mengenal Kristus, apapun situasi dan kondisi kehidupan yang sedang kita alami saat ini.

    Mari kita tetap setia menjalani tugas pelayanan di tempat kita masing-masing! Semoga kita tidak seperti anak sulung yang menjawab ‘Ya’, tetapi tidak melakukannya (Mat 21:29). Kita akan selalu menjawab : ‘Siap!’ dan ‘melaksanakannya!’ (Lana)

    Doa    : Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menyalahkan Engkau bila sedang menghadapi kekecewaan dalam hidup ini. Kuatkan diriku agar tetap berkomitmen dalam melakukan tugas pelayanan meski dalam situasi yang tidak menyenangkan sekalipun.

    Janji   : “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati” (Mazmur 25:9)

    Pujian: Ahok pada saat menjadi Gubernur DKI sering mendapat caci maki dan umpatan dari orang-orang yang tidak menyukainya namun hal itu tidak menyurutkan niat dan langkahnya untuk memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat.”

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/