• Renungan Harian - Kamis, 5 Oktober 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 04 October 2017, 02:26 AM

    Renungan Harian - Kamis, 5 Oktober 2017

    Kamis, 5 Oktober 2017

    Nehemia 8:1-12

    Mazmur 19:8-11

    Lukas 10:1-12

    KUASA PENGAMPUNAN

    “… dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.” --- Lukas 10:4

    HUKUM UTAMA kita pengikut Yesus adalah Kasih. Seperti mata uang logam, kalau dibalik, kita temukan, bukan ‘tidak mengasihi’, tetapi wajib ‘memaafkan dan mengampuni.’ Tetapi bagaimana kalau kita sudah disakiti hati kita, dibuat kecewa, sampai hati kita hancur, apakah juga tetap harus memaafkan? Dari mana kita mendapat kekuatan untuk mengampuni orang yang menyakiti? Sering yang ada adalah benci dan dendam. Bahkan terkadang kita tenggelam dalam kebencian dan dendam.

    Namun dalam Doa Bapa Kami, doa  yang diajarkan Yesus kepada kita semua, kita merasakan kerahiman Allah. Kita diajarkan suatu kerendahan hati, kita tidak hanya berdoa memohon pengampunan atas dosa-dosa kita, tetapi juga melakukan suatu tindakan nyata, sesuatu yang sangat berbeda dengan pengajaran di dunia ini : ‘mengampuni’ dengan setulus hati, tanpa syarat ‘kepada yang bersalah kepada kami.’ Malahan kita diminta mengampuni tanpa batas “tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat 18:21-22). Ajaran pengampunan dalam bentuk ‘perumpamaan’ berakhir dengan sabda Yesus “Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (Mat 18:35)

    Bagaimana mungkin kita bisa melakukan pengampunan? Ketika kita merasa belum bisa mengampuni, justru di sinilah merupakan awal kita merasakan ‘butuhnya untuk bisa mengampuni. Ketika kita merasakan hal ini, kita datang kepada-Nya dan menyatakan dengan jujur bahwa kita tidak sanggup dengan kekuatan sendiri untuk mengampuni; kita memohon kepada Tuhan untuk membuka hati kita untuk dimampukan mengampuni. Tuhan pasti memproses hati kita sehingga kita akan diurapi dan dimampukan untuk melepaskan pengampunan. Dia adalah Allah yang sanggup melakukannya. Tak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

    Berbahagialah kita sebagai umat Katolik, karena Kristus yang berkuasa mengampuni dosa-dosa kita, telah memberi kuasa juga kepada Gereja untuk mengampuni, “untuk mengikat dan melepaskan” (Mat 16:19; Yoh 20:22-23). Itulah Sakramen Penyembuhan, buah penebusan Kristus : Tobat-Pengampunan, Pengakuan dosa dan Rekonsiliasi. Satu syarat bagi kita yang menerima pengampunan “seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami” (Luk 10:4). (Lisa)

    Doa: Bapa yang Maha Rahim, kami datang kepada-Mu, berilah kami kekuatan agar kami dapat mengampuni setiap orang yang sudah bersalah kepada kami.

    Janji: “Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah” (Neh 8:5-6).

    Pujian: Santo Edmund Campion, engkau sangat berbesar hati, engkau mengampuni orang yang sudah berkhianat kepadamu, bahkan engkau membantu menyelamatkan nyawanya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/