• Renungan Harian - Minggu, 8 Oktober 2017

    Minggu, 8 Oktober 2017

    Minggu Biasa XXVII

    Yesaya 5:1-7

    Mazmur 80:9,12-16,19-20

    Filipi 4:6-9

    Matius 21:33-43

    ANGGUR YANG ASAM

    Yesaya 5:1-7

    “Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.”

    Filipi 4:6-9

    “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”

    Matius 21:33-43

    "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."

    Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”

    “Mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang masam?“ --- Yesaya 5:4

    KEBUN ANGGUR dalam Kitab Suci selalu merupakan lambang bangsa Israel. Tuhan atau Yahweh begitu perhatian dalam memelihara Kebun Anggur itu. Dengan penjaga kebun yang baik dan pemeliharaan yang baik, tentu diharapkan kebun anggur menghasilkan anggur yang manis dan berlimpah. Tak ada orang menanam pohon anggur yang asam. Yang ditanam tentu pokok anggur yang manis. Tetapi mengapa berubah menjadi pohon anggur menghasilkan yang asam?

    Allah bersabda kepada umat Israel dan kita, apakah kita ingin merubah kodrat kita menjadi ‘asam’? Kalau itu pilihan umat, Tuhan akan membiarkan akan adanya keadaan yang membuat anggur itu menjadi asam. Tuhan lalu merobohkan tembok yang melindungi kebun anggur itu, dan membiarkan pepohonan liar merambat masuk, binatang liar masuk ke dalam kebun anggur itu dan merusaknya (Yes 5:5-6).

    Mungkin saja menghadapi keadaan semacam ini, umat Israel dan kita lalu sadar. Kita lalu berbalik kepada Tuhan Allah lagi. Bisa saja si anggur asam merasakan bagaimana dampak dari hidup liar di luar, dan dengan rendah hati berbalik ingin menjadi pohon anggur yang di tanam dan dipelihara tuannya. Dan kita ingin kembali menjadi anak-anak Allah lagi.

    Sewaktu Yesus mewartakan ajarannya dalam bentuk perumpamaan ‘kebun angur’, orang-orang Yahudi yang mendengarkannya sangat tahu akan arti dan maksudnya. Masalahnya bukan mereka tidak bisa memahami Yesus, tetapi karena mereka merasa ajarannya tak selaras dengan yang mereka harapkan. Mereka menolaknya. Mereka menolak Allah dan perlindungan-Nya. Mereka ingin menjadi ‘anggur asam’, ingin hidup bebas sebebasnya, mereka ingin berpisah dari Allah.

    Maka pesan Yesus lewat perumpamaan ‘kebun anggur’ sangat jelas. Tuhan inginkan kita masuk ke dalam keluarga Kerajaan Allah dan menghasilkan buah yang baik. Tetaplah kalau kita bertobat dari keinginan hidup liar, berontak terhadap Allah (Kel 13:25).

    Doa: Bapa, inilah aku anak-Mu. Lakukanlah hal-hal yang Engkau kehendaki lewat diriku.

    Janji: “Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Yesus Kristus” --- Filipi 47

    Pujian: Diarno sekolah di SD Negeri. Awalnya baik-baik saja. Satu tahun kemudian nampak ada perubahan menjadi anak yang tak patuh dan sukar diatur. Sewaktu diikut-sertakan dalam retret untuk anak-anak SD negeri dan swasta, Diarno nampak berubah menjadi anak baik seperti dulu.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/