• Renungan Harian - Senin, 9 Oktober 2017

    Senin, 9 Oktober 2017

    St. Dionisius, UskMrt

    St. Yohanes

    Yunus 1:1-17; 2:10

    MT Yunus 2:2-5,8

    Lukas 10:25-37

    KASIH YANG TIADA BATAS

    “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” --- Lukas 10:27

    PRIORITAS PERTAMA dan Utama kita adalah mengasihi Tuhan Allah kita. Selanjutnya sebagai bukti cinta kasih kita kepada Allah adalah mengasihi sesama. “Jikalau seorang berkata : "Aku mengasihi Allah," dan “ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia : Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21-22). “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yoh 13:34-35)

    Kita bisa melihat contoh dari perumpamaan tentang “Orang Samaria” (Luk 10:30-37). Ia tak mengenal orang Yahudi yang menjadi ‘korban’ perampokan Sebagai orang Samaria, ia sadar, dirinya sangat dibenci oleh kaum Yahudi. Ia menolong si korban, warga dari kaum yang membencinya. Sedang orang Yahudi sendiri yang lewat tempat kejadian: seorang Imam dan orang Lewi yang memilih menghindar atau mungkin takut mengambil resiko menolong orang yang tidak dikenal padahal orang tersebut adalah dari kaumnya sendiri.

    Sebagai pengikut Kristus kita dipanggil untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang Samaria itu : menolong dan mengasihi sesama, apapun suku dan keyakinannya, termasuk orang yang membenci kita. Mengapa? Karena kita menyadari bahwa Allah lebih dulu mengasihi kita (1 Yoh 4:16). Patut juga dalam hal ini, kita  perlu mohon agar memiliki kemampuan untuk berbelas-kasih kepada semua orang tanpa pandang bulu.

    Jika kita memiliki iman yang teguh di dalam Kristus, maka belas kasih bukanlah sesuatu yang sulit untuk kita lakukan, malah sebaliknya belas kasih akan menjadi kekuatan yang akan terpancar dari diri kita. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga" (Mat 5:16) (Ims)

    Doa: Bapa, berikanlah kami kemampuan untuk menyatakan KasihMu kepada sesama kami sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki.

    Janji: “Pergilah dan perbuatlah demikian” (Luk 10:35)

    Pujian: Pak Surya selalu memperhatikan dan menolong tanpa pamrih setiap orang yang kesusahan tanpa melihat latar belakang agama dan sukunya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/