• Renungan Harian - Selasa, 10 Oktober 2017

    Selasa, 10 Oktober 2017

    Yunus 3:1-10

    Mazmur 130:1-4,7-8

    Lukas 10:38-42

    MENJADI PELAYAN YANG DIBERKATI

     “Tetapi hanya satu saja yang perlu:  Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." --- Lukas 10:42

    BACAAN INJIL hari ini mengingatkan saya pada  sebuah peristiwa beberapa bulan yang lalu, saat saya sekeluarga menjadi petugas liturgi pada saat Misa Perayaan Pesta Nama Paroki. Istri dan anak sulung saya ikut bertugas dalam paduan suara, sedangkan si bungsu bertugas sebagai putera altar. Saya sendiri bertugas sebagai koordinator tata tertib. Dalam beberapa minggu sebelumnya, kami sudah disibukkan dengan rapat bersama anggota panitia lainnya, dan juga persiapan-persiapan lainnya, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

    Saat hari pelaksanaan, kami sudah siap di gereja dua jam sebelum perayaan Ekaristi dimulai. Sebagai koordinator tata tertib saya bertanggung jawab dalam memastikan bahwa semua yang diperlukan, khususnya yang berkaitan dengan tata tertib sudah siap.

    Sepanjang perayaan Ekaristi, saya bersama dengan petugas tata tertib yang bertugas berkonsentrasi penuh menjaga  kelancaran Misa. Saat ada anak-anak kecil yang rewel, kami segera meminta orang tuanya untuk menenangkannya, dan saat  ada umat yang sakit, segera kami bawa ke ruang P3K. Kami  selalu sigap mengamankan jalannya Perayaan Ekaristi.

    Setelah Perayaan Ekaristi usai, saya dan keluarga bersama-sama dalam satu mobil pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan, istri dan anak-anak saya dengan gembira mengulang dan membahas bacaan Injil hari itu. Mereka merasakan kegembiraan dengan siraman rohani yang mereka dapatkan selama Misa berlangsung. Saat si bungsu menanyakan apa yang saya tangkap dari bacaan Kitab Suci hari itu, saya merasa bingung, galau dan sedih. Mengapa?

    Ternyata selama Misa berlangsung saya bersikap seperti Marta, sibuk dan sibuk.  saya lebih mementingkan bagaimana Misa dapat berjalan dengan tertib. Saya memang mendengar bacaan yang disampaikan oleh lektor, dan mazmur pujian yang dinyanyikan oleh pemazmur. Begitu pula dengan bacaan Injil dan Homili yang disampaikan oleh Romo, saya mendengar semuanya itu. Tetapi saya tidak mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan tidak masuk dalam hati.

    Saya juga tidak meneladani sikap  Maria yang telah memilih bagian yang terbaik, dengan duduk dekat kaki Tuhan  memusatkan diri pada pengajaran-Nya (Lukas 10:42). Situasi yang berbeda terjadi pada istri dan anak-anak saya. Meskipun  mereka ikut sebagai petugas liturgi dalam Misa itu, mereka tetap menyiapkan hati, pikiran untuk  mendengarkan Firman Allah.

    Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus (Roma 10:17). Maka sungguh berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya. (Thony)

    Doa: Ya Tuhan,  ampunilah aku karena  tidak fokus saat  mendengarkan Sabda-Mu.

    Janji: “Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya” (Mazmur 130:7-8).

    Pujian: Santo Daniel (Martir), dengan setia dan berani mewartakan Injil kepada orang-orang di Ceuta (Spanyol) dan Maroko (Afrika Utara), sehingga banyak orang bertobat dan menjadi pengikut Kristus. Waktu pewartaan di Marko, ia dan teman-teman ditangkap, menolak untuk murtad. Akhirnya mereka dipenggal kepalanya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/