• Renungan Harian - Rabu, 11 Oktober 2017

    Rabu, 11 Oktober 2017

    Yunus 4:1-11

    Mazmur 86:3-6,9-10

    Lukas 11:1-4

    MENERIMA SUKACITA SURGA

     “Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.”  --- Lukas 10:11

    ORANG TUA saya tidak Katolik. Saya tidak mengalami ‘Baptis Bayi’. Saya “Baptis Dewasa”. Proses katekisasi tersendat. Dua kali gagal dalam proses katekumenat. Mengapa gagal?

    • Setelah menjalani katekumen selama hampir satu tahun (saat itu di kelas 6 SD), karena adanya kesibukan dengan masa ujian ke SMP, saya tidak melanjutkan proses katekumen ini karena hilang komunikasi dengan katekis.
    • Saat mencoba kembali menjadi katekumen di SMA kelas 1, saya mengundurkan diri, karena saya ‘tidak tahan’ dengan pengajarnya yang  ‘galak’, sehingga saya tidak merasakan damai di hati saya.
    • Dibaptis: Akhirnya di awal kelas 3 SMA, saya kembali menjalani proses katekumenat selama satu tahun lebih di salah satu paroki di Jakarta. Puji Tuhan, saya berhasil diterima dalam Gereja Katolik. Dan puji Tuhan juga, saya merasa diberkati karena mendapatkan wali baptis yang sangat baik, dan orang tua saya pun ikut mendukung pembaptisan saya sebagai seorang Katolik.

    Saya yakin sekali, semua hal, semua orang yang hadir, diperkenankan Tuhan dalam proses perkembangan iman saya.

    Injil hari ini, tetang pengutusan tujuh puluh murid (Luk 10:1-12) meneguhkan kita semua. Kita bisa belajar, berhadapan dengan siapa pun juga dan dalam kondisi seperti apa pun juga, Yesus tetap memberikan sukacita surga buat kita. Jangan pernah kita merasa ‘dikubur’ oleh karena pengalaman pahit dalam pelayanan kita sehari-hari. Tetapi sebaliknya, dengan penuh iman kepada Yesus, sebenarnya kita baru ‘ditanam’  dalam kondisi dan keadaan tersebut, dan pada waktu-Nya, kita pasti tumbuh dan keluar sebagai tunas baru. Iman kita diperbarui, bertambah kuat, bertambah hikmat dan membawa sukacita surga di manapun, kapanpun dan untuk siapapun juga. (Lisa)

    Doa: Tuhan Yesus, terima kasih kami boleh menerima sukacita surgawi dalam menjalani karya perutusan dari-Mu sebagai murid-murid-Mu.

    Janji: “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa" --- Yunus 1:6

    Pujian: Meski dilarang oleh kakak-kakaknya, dan orangtua tidak merestuinya, Dartoyo tetap bersikukuh untuk masuk ke dalam pangkuan Gereja Katolik. Dan Yesus membuka jalan untuknya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/