• Renungan Harian - Minggu, 15 Oktober 2017

    Minggu, 15 Oktober 2017

    Minggu Biasa XXVIII

    Yesaya 25:6-10a

    Mazmur 23:1-6

    Filipi 4:12-14,19-20

    Matius 22:1-14 (22:1-10)

    TUHAN MEMELIHARA KITA

    Yesaya 25:6-10a

    “TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!" Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini, …”

    Filipi 4:12-14,19-20

    “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

    Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.”

    Matius 22:1-14 (22:1-10)

    “Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

    Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

    “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” --- Filipi 4:19

    TUHAN ALLAH mengijinkan panas terik menyengat dan hujan deras mengguyur bumi ini, dengan satu alasan, bahwa keduanya dibutuhkan oleh umat manusia. Dia sudah merancangkan segalanya dengan baik sehingga akan berdampak positif bagi semua makhluk.

    Demikian juga dengan kehidupan kita yang telah Tuhan -- Sang Mahapemelihara --   merencanakan sedemikian rupa. Kita diijinkan untuk mengalami masa kemudahan dan juga diijinkan masuk dalam masa kesulitan atau kesesakan. Tentu saja lebih mudah dan menyenangkan bila menjalani masa yang serba mudah dalam menggapai segala sesuatu sesuai dengan harapan kita. Namun sebaliknya, hati terasa tawar dan pahit bila kita harus menghadapi masa paceklik di mana hidup kita sedang dalam kesulitan. Dengan atau tanpa disadari kita sering berteriak pada Tuhan : ‘Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi dalam hidup kami?’

    Tuhan membiarkan semua hal yang baik maupun yang buruk terjadi dalam kehidupan kita bukan tanpa sebab. Semuanya sudah Tuhan perkirakan karena Dialah Allah Yang Maha Kuasa. Kemaha-kuasaan-Nya tidak memaksa kita untuk mengikuti cara-Nya. Dia berikan kita kesempatan untuk menggunakan iman kita dalam menghadapi setiap badai hidup, kesempatan untuk memercayai-Nya turut ambil bagian dalam tiap situasi yang kita hadapi, sesulit apapun. Dia adalah Sang pemelihara kehidupan.

    Seorang kawan saya, Retha, pernah mengalami kesulitan hidup. Keadaan perekonomian yang tidak menguntungkan, hampir menghalau impiannya ke depan, di mana jenjang pendidikan yang sedang ditempuhnya tinggal selangkah lagi. Dia pun berjuang sendiri untuk menyelesaikan pendidikannya agar tidak terputus di tengah jalan segera mencari pekerjaan. Berbekal iman dan tekat yang bulat untuk sukses meraih impiannya serta doa-doa yang tak kunjung henti dari kedua orang tuanya, akhirnya Retha lolos dan berhasil. Bahkan dia pun mendapatkan tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

    Kita mesti yakin akan janji Allah seperti halnya Retha dan keluarganya yang mengimani janji Allah dan berpegang teguh bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Flp 4:19) sebab Allah yang kita sembah adalah Allah Yang Menyediakan (Yehova Jireh) segala sesuatu yang kita perlukan. Dia tahu apa yang menjadi kebutuhan kita.

    Tuhan tidak akan membiarkan kita hidup dalam kesulitan selamanya. Yang perlu kita lakukan adalah tetaplah setia dan rajin memiliki relasi dengan Tuhan, lewat doa, membaca dan merenungkan firman-Nya serta merayakan sakramen-sakramen. Itulah yang  membawa kita pada masa kelegaan dan kita akan dipenuhi dengan kekuatan yang berasal dari Allah -- Yang Maha-pemelihara. (Lana)

    Doa: Tuhan Yesus, kami percaya Engkau adalah Allah yang setia memegang janji-Mu selalu menyertai kami dalam segala keadaan.

    Janji: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1)

    Pujian: Iman yang kuat dari Retha dan orangtuanya akan janji Tuhan, mampu mengetuk hati Tuhan yang bersegera membukakan tingkap-tingkat langit menurunkan rahmat pertolongan-Nya bagi Retha.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/