• Renungan Harian - Rabu, 18 Oktober 2017

    Rabu, 18 Oktober 2017

    St. Lukas, PengInj

    2 Timotius 4:10-17b

    Mazmur 145:10-13,17-18

    Lukas 10:1-9

    KADAR BELAS KASIH ALLAH TAK TERUKUR

    “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku.” --- 2 Timotius 4:16

    BACAAN PERTAMA terkutip dari surat Paulus kepada Timotius yang kedua ini lebih bersifat pribadi. Ia tulis tentang orang-orang yang membantunya dan orang yang tidak setia dan yang melawannya. Dalam surat itu ditulis bahwa semua meninggalkannya sewaktu Paulus dihadapkan ke pengadilan, hanya Lukas-lah yang tetap setia menemaninya (2 Tim 4:16).

    Santo Lukas, penulis Injil, yang kita peringati hari ini, nampaknya berhati belas kasih bagi orang yang ditinggalkan dan sendirian, seperti Paulus ini. Coba kita perhatikan dan baca tentang sikap belas kasih ini dalam Injilnya. Kita ketemu:

    • Dengan wanita yang bertobat dan mendapat belas-kasih dan pengampunan dari Yesus (Luk 7:37);
    • Perumpamaan ‘orang Samaria yang murah hati’ (Luk 10:33-37);
    • Perumpamaan ‘anak yang hilang’ (Luk 15:12-32);
    • Perumpaan ‘Lazarus yang miskin’ (Luk 16:19-33);
    • Orang kusta Samaria, yang disembuhkan dan mengucapkan   terima kasih (Luk 17:16);
    • Perumpamaan ‘orang pemungut cukai’ di Bait Allah (Luk 18:9-14);
    • Kisah Zakheus dan para pemungut cukai (Luk 19:2-10);
    • Penjahat yang disalib bersama Yesus, yang bertobat (Luk 23:40-43).

    Orang-orang itu yang dicatat oleh Lukas saja, dan mereka ini memperoleh belas kasih dan kerahiman Allah.

    Sejak zaman Lukas, semakin bertambahlah jumlah orang yang kesepian dan sendirian serta yang ditinggal. Mereka-mereka korban yang tak bersalah dan menjadi akibat dari kesalahan serta dosa orang lain. Sebenarnya kita sendiri juga menjadi penyebab masalah kita sendiri. Kita telah menerima upah yang layak dari dosa-dosa kita (Rm 6:23).

    Meskipun sebenarnya, kita-kita sudah sepatutnya menderita akibat kesalahan kita, tetapi kita memperoleh belas kasih Allah dan kita juga memberi belas kasih juga kepada sesama. Ini semua karena Yesus telah membayar segala-galanya di Kalvari, selaras dengan tuntutan keadilan.

    “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan memperoleh kemurahan (= belas kasih)” (Mat 5:7).

    Doa: Tuhan, kasihanilah kami. Dan karena-Mu, mampukan kami mengasihi dan mengampuni sesama kami yang bersalah.

    Janji: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirim pekerja-pekerja untuk tuaian itu” --- Lukas 10:2

    Pujian: Santo Lukas, penulis Injil, dia seorang tabib. Ia tergerak hatinya pada orang-orang yang sakit dan menderita termasuk kita. Lukas menekankan pentingnya doa, kemiskinan dan kemurnian hati.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/