• Renungan Harian - Sabtu, 20 Januari 2018


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 18 January 2018, 01:45 AM

    Renungan Harian 2018

    Sabtu, 20 Januari 2018

    S. Fabianus, PausMrt

    S. Sebastianus, Mrt

    2 Samuel 1:1-4,11-12,19,23-27

    Mazmur 80:2-3,5-7

    Markus 3:20-21

    MUKJIZAT CINTA

    “Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, ...” --- 2 Samuel 1:11-12

    DAUD MENGALAMI pekan yang kelabu -- penuh peristiwa yang menyakitkan. Kota Ziklag, tempat Daud berdiam, telah dibakar habis oleh kelompok Amalakit, musuh umat Israel. Istri-istri, anak laki-laki dan perempuan ditangkap musuh dan dijadikan sandera (1 Sam 30:3).

    “Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya” (1 Sam 30:6). Tetapi Daud terus memimpin pengikut dan tentaranya yang telah kelelahan untuk mengejar orang-orang Amalakit (1 Sam 30:10). Dan Daud berhasil memukul mereka dan menaklukkannya secara mengagumkan. Daud dapat memperoleh kembali para tawanan dan harta miliknya (1 Sam 30:18-19).

    Setelah peristiwa yang sangat traumatik itu, ada utusan yang membawa berita buruk lagi yakni terbunuhnya Saul dan Yonatan, anaknya, dalam peperangan melawan orang-orang Filistin. Mungkin saja Daud memikirkan hal-hal yang mengganggunya. Ini wajar. Mungkin juga dengan kematian Saul ini, Daud merasa lega, karena Saul telah berulang kali mencoba membunuhnya. Kematiannya bisa membawa kelegaan bagi hatinya. Tetapi justru sebaliknya. Ia sangat sedih dan berduka atas kematian Saul, musuhnya dan Yonatan, anak Saul, dan sahabat karibnya. Kedukaan Daud atas kematian Saul adalah suatu mukjizat dari sikap memikirkan orang lain lebih dahulu. Ini merupakan pra-gambar dari kasih tulus Yesus yang tersalib, dan yang memungkinkan kita mempunyai suatu Perjanjian Baru. Maka mari kita menjadi kudus, sebagaimana Yesus kudus adanya (1 Ptr 1:16).

    Doa: Bapa, jadikan hatiku seperti hati Yesus Putera-Mu. Hati yang lebih memperhatikan sesama daripada diriku sendiri.

    Janji: “Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami” --- Mazmur 80:3

    Pujian: Di beberapa daerah, Gereja memperingati Santo Fabianus, karena kesuciannya dan teladan hidupnya yang baik sekali, baik untuk para imam maupun awam.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjaja, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/