• Renungan Harian - Selasa, 6 Februari 2018

    Selasa, 6 Februari 2018

    St. Paulus Miki, ImMrtJpg

    1 Raja-raja 8:22-23,27-30

    Mazmur 84:3-5,10-11

    Markus 7:1-13

    YANG TAMPAK DARI LUAR

    "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku." --- Markus 7:6

    HAL YANG BIASA kalau orang melihat dan menilai orang lain hanya tampak luarnya saja. Bila ia berprilaku sopan, selalu tersenyum, maka mungkin kita menilainya sebagai orang saleh, taat, dan sopan. Kalau tidak, orang akan dicap sebagai orang yang tidak tahu aturan dan sopan santun.

    Hal seperti itulah yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sangat berpegang teguh pada adat istiadat nenek moyang mereka. Sehingga saat mereka melihat murid-murid Yesus makan dengan tangan yang tidak dibasuh, mereka bertanya kepada Yesus "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"

    Dalam Injil hari ini, Yesus menyoroti mereka-mereka yang hanya mengedepankan penampilan lahiriah saja. Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku". Yesus mengatakan hal tersebut karena banyak orang menjalani hidup yang tak bercela dalam hal-hal yang lahiriah, namun mereka menyimpan pikiran dan niat yang paling keji dan paling jahat dalam hati mereka. Hati memang merupakan alat yang menentukan benar atau salah, tetapi hati yang bagaimana.

    Persoalannya menjadi lain bagi Allah. Bukan apa yang secara lahiriah kita lakukan, melainkan apa yang kita inginkan dalam hati untuk kita lakukan. Santo Aquinas berkata: "Manusia melihat perbuatan, tetapi Allah melihat maksud yang ada dibaliknya". Hati atau batin kita perlu dibentuk oleh Hati Yesus.

    Yesus di sini ingin mengajarkan bahwa yang terpenting dalam diri manusia adalah hatinya atau batin. Ingat akan sabda bahagia, seperti yang tertulis “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah" (Mat 5:8). (Pin)

    Doa: Allah, Bapa kami yang penuh kasih, berilah kami kebijaksanaan untuk melakukan firman-Mu yang kudus melalui perkataan dan perbuatan yang kami lakukan dengan tulus hati. Amin.

    Janji: “Ya Tuhan, Allah Israel, tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah, Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu” --- 1 Raja 8:23

    Pujian: Santo Paulus Miki terlahir dalam keluarga bangsawan militer Jepang yang sudah menjadi Kristen. Ia adalah seorang martir yang sungguh berani dan sangat mencintai Allah. Dari atas salib, Santo Paulus Miki terus berkotbah dengan gagah berani untuk memberi semangat bagi umat Kristiani untuk tetap setia pada iman mereka. Ia baru diam setelah sebuah tombak menembus dadanya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/