• Renungan Kamis - Kamis, 8 Februari 2018


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 01 February 2018, 12:58 AM

    Renungan Kamis - Kamis, 8 Februari 2018

    Kamis, 8 Februari 2018

    St. Hieronimus Emilianus

    St. Yosefina Bakhita

    1 Raja-raja 11:4-13

    Mazmur 106:3-4,35-37,40

    Markus 7:24-30

    TETAP SETIA DAN PERCAYA

    “… Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.“ --- Markus 7:29

    BACAAN HARI INI, Injil memberi kesan, seolah-olah tidak mengasihi wanita dari bangsa Siro -- Fenesia.  Tetapi sebenarnya, kalau kita membaca seluruhnya, bukan karena Yesus tidak mendengarkan permintaannya ataupun menolak wanita tersebut, tetapi karena belum waktunya wanita itu menerima anugerah dari Tuhan. Tetapi kerendahan hati wanita itu telah menggerakkan tangan Tuhan untuk bertindak sehingga akhirnya wanita itupun beroleh anugerah dan kasih dari Tuhan.

    Terkadang dalam kehidupan kita sehari-hari, hidup tidak selalu berjalan mulus, ada kalanya kita merasa gagal karena segala perjuangan dan jerih payah seakan terasa sia-sia dan tidak berguna, kita berdoa kepada Tuhan tapi sepertinya Tuhan pun tidak mengabulkan permohonan kita.

    Dalam keadaan seperti itu adakah perkataan kita yang senantiasa menyatakan iman? Tetap percaya akan waktunya Tuhan? Ataukah ucapan kita hanya berisikan keluh kesah dan kekecewaan atas kegagalan yang dialami? Atau malahan kemarahan kepada Tuhan?

    Marilah kita belajar untuk senantiasa rendah hati dan tetap percaya akan kuasa Tuhan, selalu memberikan tanggapan positif atas setiap situasi yang dialami, meski mungkin ditunda. Untuk mengalami pertolongan dari Tuhan dan hidup semakin berkenan oleh Tuhan maka kita harus belajar rendah hati dan sepenuhnya percaya akan kuasa Tuhan, seperti wanita dari bangsa Siro -- Fenesia tadi. Ibu tadi dengan rendah hati melalui perkataannya yang penuh dengan iman dan kepercayaan, akhirnya Ia beroleh jawaban anugerah dari Tuhan ketika ia pulang ke rumah “didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar” (Mrk 7:30).

    Tuhan menghendaki agar kita beriman kepada-Nya, terkadang iman kita diuji. Tuhan tidak langsung menjawab permohonan kita. Mungkin kita harus menunggu untuk jangka waktu yang lama, tetapi selalu ada harapan di dalam Tuhan karena pertolongan Tuhan tidak akan pernah terlambat, tidak juga lebih cepat. Semuanya Dia jadikan indah tepat pada waktunya. Kita hanya perlu tetap setia dengan rendah hati dan percaya penuh akan kuasa Nya. (IMS)

    Doa: Tuhan, kami ini manusia lemah dan tidak berdaya, disaat kami jatuh kuatkanlah kami, tuntun dan peganglah selalu tangan kami, sehingga kami dapat melalui setiap permasalahan kami dan tetap percaya pada janji-Mu, ajarlah kami untuk selalu rendah hati dan tetap setia selalu menanti waktu-Mu Tuhan. Amin.

    Janji: “Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap Umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu” --- Mazmur 106:4

    Pujian: Laura tetap setia dan percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan suaminya yang sakit jantung. Penantian dan kesabarannya berbuah manis. Sekarang suaminya sudah berangsur-angsur pulih dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga. Tuhan Yesus sungguh luar biasa bekerja bagi kesembuhan suaminya Laura.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/