• Renungan Harian - Jumat, 9 Februari 2018

    Jumat, 9 Februari 2018

    1 Raja-raja 11:29-32; 12:19

    Mazmur 81:10-15

    Markus 7:31-37

    EFATA TERBUKALAH!

    “Mereka takjub dan tercengang dan berkata-kata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” --- Markus 7:37

    DAUD MEMPEROLEH kasih karunia di hadapan Tuhan. Hal itu dibuktikan dengan peneguhan janji Tuhan untuk hak milik atas satu suku Israel yang tetap berada di bawah kekuasaan keturunan Daud, meski Tuhan kecewa atas sikap dan tindakan Raja Salomo, anaknya. Kerajaan Israel dikoyakkan dan dipecah oleh Tuhan, karena hati dan pikiran bangsa itu ditutupi oleh berbagai macam penyembahan berhala.

    Penegasan Tuhan sudah sangat jelas: “Janganlah ada allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing” (Mzm 81:10). Tuhan juga mengingatkan, “Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir...” (Mzm 81:11). Namun sayangnya umat kesayangan Tuhan ini bersikeras tidak mau mendengarkan suara Tuhan yang setia menuntun hidup mereka sehingga pada akhirnya Tuhan membiarkan Israel hidup dalam kedegilan hatinya dan berjalan mengikuti rencananya sendiri.

    Kerinduan hati Tuhan terhadap umat pilihanNya, termasuk terhadap kita, untuk berbalik kepada-Nya ditulis dengan sangat indah oleh pemazmur, “Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!” disertai dengan janji yang menanti umat Tuhan, “Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan  mereka Aku balikkan tangan-Ku” (Mzm 81:14-15).

    Saat Yesus memisahkan seorang yang tuli dari kerumunan orang banyak sehingga mereka hanya berdua saja, di situlah terjadi mujizat kesembuhan. Telinga orang itu terbuka setelah Yesus berkata, “Efata! Terbukalah!” dan kemudian dia pun dapat mendengar kembali. Dia mengadakan komunikasi yang penuh bersama Yesus karena jauh dari keramaian. 

    Demikian pula dengan kita semua ... Saat hidup kita mengalami kehancuran oleh berbagai tekanan hidup, segeralah mengarahkan hati dan pikiran hanya kepada Yesus. Jauhkan diri dari hiruk pikuk keramaian dunia agar kita dapat melakukan doa sepenuh hati dan berbicara dua arah dengan-Nya yang sudah pasti akan mendengarkan. Bahkan Dia sudah tahu jauh sebelum kita mengatakan kepada-Nya. Yesus rindu kita mau berbicara kepada-Nya dalam keheningan agar telinga hati kita pun Dia bukakan untuk dapat mendengar Dia dan niscaya semua persoalan hidup ini dapat kita lewati dengan baik bersama Yesus dan bersiaplah untuk memuliakan Dia dengan mewartakan segala kebaikan-Nya. (Lana)

    Doa: Tuhan Yesus, bukalah telingaku untuk dapat mendengarkan sabda-sabda-Mu.

    Janji: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata” --- Markus 7:37.

    Pujian: Saulus yang semula jahat berubah menjadi Paulus yang mewartakan Yesus setelah telinga hatinya dibukakan Tuhan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/