• Renungan Harian - Jumat, 16 Februari 2018

    Jumat, 16 Februari 2018

    Yesaya 58:1-9a

    Mazmur 51:3-6a,18-19

    Matius 9:14-15

    MAU BERPUASA DAN BERPANTANG?

    “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk.” --- Yesaya 58:6

    RABU KEMARIN kita memulai Masa Pra-Paska. Gereja menetapkan bagi kita Umat Katolik untuk berpuasa dan berpantang dalam Masa Pra-Paska ini, pada hari Rabu Abu kemarin dan Jumat Agung atau Jum’at Suci. Tetapi Umat juga telah membiasakan diri setiap Jumat selama Masa Pra-Paska, untuk berpantang, dan sebagian juga ada menjalankan puasa. Ini mana suka!

    Yesaya dalam bacaan pertama hari ini mengingatkan kita bahwa puasa dan pantang kita itu bukan sekedar tidak makan ‘cemilan’ atau makanan kesukaan kita masing-masing. Sang Nabi mengingatkan kita agar kita lebih dari itu. Puasa yang kita jalankan hendaknya juga membuat perubahan bagi yang lain ke arah yang lebih baik. Kalau kita memutuskan untuk tidak minum kopi atau minuman botol atau kaleng, sebaiknya uang yang kita pakai itu kita simpan dan nanti hasil seluruhnya kita serahkan ke Aksi Puasa Pembangunan, atau juga tak dilarang kita serahkan ke Yayasan Sosial Katolik, baik itu yang mengelola anak yatim-piatu maupun kepada yayasan yang melayani anak-anak yang cacad. Konkritnya ialah ada hubungan langsung antara apa yang kita korbankan dan yang kita persembahkan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan uluran tangan kita.

    Yesaya memberi banyak inspirasi kepada kita, yakni dengan ‘kata-kata’ : ‘membuka belenggu ...,’ ‘melepaskan tali-tali ...’, dan ‘memerdekakan yang teraniaya ...’. Mungkin mereka itu ‘terbelenggu di penjara atau tahanan’, ‘terikat oleh kecanduan obat terlarang’,  rakyat dan anak-anak kita yang belum bisa menikmati pendidikan, rakyat kita yang masih dicengkeram oleh kemiskinan, hidup di bawah garis kemiskinan’, yang terasing dan jauh dari pelayanan kesehatan; dan juga banyak rakyat kita yang menderita karena telah lanjut usia dan tidak ada pendampingan. Dalam hal ini, kalau kita bersedia menjenguk mereka, menyapa mereka dan membantu mereka, kita melepaskan mereka dari belenggu yang mengikatnya. Selain memberi bantuan keuangan dan materi, kita bisa mendatangi mereka untuk mendengarkan keluh kesah mereka, mengajari mereka, menjadi relawan bekerja di yayasan yang menampung mereka, memberi nasehat kepada yang membutuhkan dan mendoakan mereka.

    Apa yang dapat kita lakukan dalam Masa Pra-Paska ini bagi mereka ‘yang bernasib tidak seperti kita’? Peduli, cinta kasih perlu kita nyatakan dalam tindakan.

    Doa: Ya Bapa sang pemelihara. Bantulah diriku bisa ikut membebaskan diri mereka yang mengalami perlakuan yang tak adil dan yang menjadi korban.

    Janji: “Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah  mereka akan berpuasa” --- Matius 9:15

    Pujian: Johnny bergabung ke dalam suatu Komunitas yang tiap bulan melayani mereka yang ada di penjara. Tiap Jum’at pertama, ia tentu ikut membantu terlaksananya Misa Jumat pertama di dalam salah satu Lapas.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

     

     

     

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/