• Renungan Harian - Sabtu, 17 Februari 2018

    Sabtu, 17 Februari 2018

    Tujuh Saudara Suci Pendiri Tarekat Hamba-hamba SP Maria

    Yesaya 58:9b-14

    Mazmur 86:1-6

    Lukas 5:27-32

    DUDUK BERSAMA ORANG-ORANG BERDOSA

    “Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya : "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" --- Lukas 5:30

    KALAU YESUS itu benar menjadi “Jalan, Kebenaran dan Hidup” bagi kita, maka hidup kita dipola oleh hidup dan ajaran Yesus. Dan bila kita secara serius memahami dan melaksanakan apa kata Yesus, sebagai pedoman bagaimana kita hidup, maka sepatutnyalah ada waktunya kita juga mau ‘duduk bersama di tengah-tengah orang-orang yang secara sosial ‘dikucilkan oleh masyarakat’. Untuk ini kita tak perlu putar otak, kira-kira ‘orang yang dikucilkan masyarakat itu macam apa ya’. Juga tak perlu didiskusikan apakah kita bisa menemukan cara-cara bagaimana dan kapan kita membantu mereka yang bernasib malang itu. Kesempatan untuk menjadi relawan melimpah, kapan saja.

    Jangan hanya memikirkan orang-orang yang tak dapat diterima atau dihindari umum dalam masyarakat, tetapi justru kita perlu ber-refleksi apakah ada tutur kata, sikap dan tindakan kita yang secara sosial tidak diterima oleh orang-orang kiri kanan kita, oleh orang-orang yang dekat dengan kita dalam hidup sehari-hari? Mari kita mencoba lakukan apa yang Yesus ajarkan kepada kita.

    Di tengah hidup kita sehari-hari, baik di tempat kerja, maupun di rumah kita sendiri, di lingkungan RT kita, sering kita bertemu atau menghadapi orang-orang yang mempertontonkan perilaku yang secara sosial tak dapat diterima. Sanggupkah kita mendekati dan bersama mereka, meski sebentar?

    Memang sering kita mengalami berat hati untuk menanggapi orang lain -- juga terhadap anggota keluarga kita sendiri -- dengan sikap manis dan lembut hati, dengan berbela rasa, dengan sikap, tindakan dan kata-kata yang membuat orang lain senyum?

    Puji Tuhan, kalau kita dapat melakukannya dalam Masa Puasa ini.

    Doa: “Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami,  mencintai daripada dicintai” (Doa St. Fransikus Assisi)

    Janji: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat" --- Lukas 5:31-32

    Pujian: Pada hari Pesta Natal, di Aula Vincentius, Jl. Kramat Raya, Jakarta, diundang para ‘gelandangan dengan keluarganya’, untuk makan bersama. Mereka duduk didampingi para anggota Yayasan Vincentius dan bersama para sponsor.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/