• Sejarah Karismatik


    Ditulis pada tanggal : Friday, 08 March 2013, 01:44 PM

    Kumpulan informasi yang dapat Anda akses mengenai SEJARAH KARISMATIK terdapat dalam daftar di bawah ini. Silakan mengunjungi masing-masing link tersebut. Apabila masih ada informasi yang belum bisa Anda dapatkan pada daftar tersebut, silakan hubungi kami !




    KESAKSIAN

    Dari : Verdiandy ( yaya ) [viya1713@yahoo.com]

    Syaloom, bapak, ibu dan saudara sekalian Pada kesempatan ini saya mau berbagi pengalaman saya mengenai Katolik Kharismatik yang saya kenal lewat Sekolah Evangelisasi Pribada ( SEP ) di Shekinah Duta Merlin.Saya salah saltu alumni angkatan 17. 

    Jauh kebelakang sejak saya berumur 4 tahun saya sudah di masukan dalam gereja Kristen Indonesia ( GKI ) di wilayah wahid hasyim jakarta. dan saya bertumbuh dalam iman Kristen saya. ( saya lahir tahun 1966 ) samapi tahun 1998 saya di baptis secara katolik di gereja Gembala baik melalui paroki St Yoseph Matraman. dan di tahun yang sama saya menikah. awal - awal mengikuti misa katolik sangat membosankan dan hal ini sering saya utarakan pada Romo Paroki, waktu itu Romo Yan Madya dan sedikit bercanda Romo suka jitakin kepala saya dan selalu Romo bila Ah kamu ... dan itu memang saya alami, masuk gereja dan keluar gereja ya begitu - begitu aja, jadi seperti formalitas saja atau rutinitas mingguan. 

    Saya mulai berpindah - pindah gereja, kadang ke gereja katolik kadang ke gereja Kristen, saat anak saya berumur 2,8 bulan , Akhirnya saya mencoba ke gereja GBI di Ratu Plaza waktu itu pembicaranya Pdt Vitri Kumaseh dan saya suka sekali dan saya mendapat ke sukaan di sana dan akhirnya saya setiap minggu ke gereja GBI sampai 3 kali hari minggu. 

    Pada hari sabtunya saya dan keluarga bertamasya ke Puncak, kami berangkat pagi sekali dan sampai di puncak jam 7.30an Disaat kami baru tiba di puncak, tiba - tiba anak saya main ke taman, di sana ada ayunan yang sedang di mainkan anak - anak lain, saat ayunan itu mengayun anak saya coba menaiki dan hasilnya mata kanan anak saya tercolok besi ayunan. Wah .. langsung suasana liburan saya berubah 360 derajat.Mata anak saya langsung merah dan di sekitar matanya mulai membesar. Di saat saya mulai panik menanyakan kepada satpam setempat di mana rumah sakit ?, tapi karena waktu itu bertepatan dengan Idul Fitri maka keterbatasan dokter bahkan kemungkinan tidak ada sama sekali dokter. tapi waktu itu satu hal yang saya lakukan berdoa, saya mohon perlindungan bagi anak saya, di lapangan itu juga saya topang tangan kepada anak saya. Memang anak saya berhenti menangis walau matanya tidak membuka. akhirnya anak itu tertidur. Saya hanya mempersiapkan beberapa obat demam, karena saya takut terjadi apa - apa pada malam hari nanti, untuk kembali ke Jakarta rasanya saya ga tega dengan keluarga yang lain. sekitar jam 14.00 anak saya terbangun dan apa yang terjadi dari mata anak saya keluar darah bercampur belek. Disaat itu kembali saya berdoa. Di saat kecemasan itu ponakan saya bilang Suk ( panggilan paman dalam silsilah mandarin ) besokkan ada adorasi penyembuhan di Romo Yohanes , kita kesana aja , oh ya, boleh - boleh jawab saya cepat. saya bertekat kalau besok pagi kita ke Lembah Karmel, Romo Yohanes. 

    Hari berlalu, tapi saya baru bangun jam 09.00 dan rasanya males sekali, ponakan saya menanyakan lagi Jadi ga suk ke Romo Yohanes ?, saya cuma menjawab setenga males dan jam 9.00, belum apa2 anaknya aja blm bangun. waktu berjalan dan saya malah cuci mobil trus cek bahan bakar dan memang sudah tinggal sedikit, akhirnya saya pikir mending isi solar dulu dan beli ikan gurame goreng kering di tapal kuda arah cianjur.ya gagal jadinya ke Romo Yohanesnya. Saya dan anak saya ( karsten nama anak saya ) serta ponakan saya pergi mengisi solar dan beli ikan itu sekitar jam 10an, Saat kami mau kembali ke villa ( villa kami di Permata Gadog) ternyata macet total, hampir tidak bergerak, tiba - tiba ada anak - anak muda yang mengarahkan jalan tikus, masukke jalan kecil yang bisa tembus di gadog. dan saya mengikuti arah yang di maksud, pada saat bertemu persimpangan tiba - tiba saya melihat arah panah yang bertulisan LEMBAH KARMEL,

    Di sinilah sebenarnya Tuhan telah membawa saya untuk melihat karya - karya Tuhan dalam gereja Katolik. dan saya putuskan saat itu juga untuk ke lembah karmel dan saya tiba di sana percis saat adorasi di mulai, waktu itu umat yang hadir sekitar 4000 umat, dan saya dapat duduk di luar paling belakang dengan sepotong koran, kami duduk dan anak saya saya pangku, anak saya matanya masih tertutup dan bengkak. Biasanya anak saya kalau saya ajak ke bina iman, dia tidak dapat bertahan lebih dari 5 menit, dia pasti akan berlari kesana kesini. Tapi kali ini dia duduk diam, seolah - olah dia mendengarkan pujian demi pujian. di saat kekhusukan itu tiba tiba ponakan saya ( Fanny namanya dia juga sekarang telah lulus SEP Mudika angkatan ke 2 Shekinah )berkata suk Karsten matanya sembuh !, karena anaknya saya pangku , jadi saya ga melihat wajah anak ini, tapi ponakan saya melihat kalau matanya sudah normal tanpa bekas apapun. ( bahkan setelah kami Plg di jakarta Dr yang memeriksa, ga percaya kalau anak saya beberapa hari yang lalu tercolok besi) saat itu saya menitikan air mata, saya terharu akan kebaikan Tuhan Yesus, dan saya begitu khusuk di adorasi Romo Yohanes tersebut, tiba - tiba saya mendengar suara yang mengatakan ya...yaya .. inilah gereja katolik yang kamu lihat dan pergilah ke sana ...! waktu itu saya reflek atau apa saya hanya menjawab ya Tuhan .. Saat itu saya merasa saya bangga menjadi katolik, karena apa yang selama ini saya dapat kan di gereja kristen di katolik juga ada, katolik gereja yang lengkap.

    Sejak peristiwa itu saya begitu berapi - api menceritakan peristiwa yang saya alami ke semua orang, ga peduli dia beriman apa, asal ada kesempatan saya selalu cerita akan kebaikan Tuhan.Dimanapun saya bersaksi, sampai suatu hari saat saya bersaksi di Gereja Theresia, ada seorang yang menyarankan saya untuk datang ke Shekinah di Duta Merlin. Dan saya pergi ke Duta merlin dan waktu itu saya di sambut oleh Agus ( SEP 16 ) dan kembali saya bercerita, padahal kami ga saling kenal, dan saya mendaftar untuk ikut SEP angkatan 17, saya di interview oleh Ibu Mei Fung dan saya di terima. Di SEP ini banyak yang saya dapatkan dan luar biasa. saya semakin bertumbuh dalam iman katolik. Dan sampai sekarang saya masih aktif membantu di berbagai acara yang di selengarakan oleh shekinah. Dan juga saya sudah beberapa kali membawakan renungan dan kesaksian di persekutuan Doa - persekutuan Doa dari gereja Behel Indonesia merek menyebutnya COOL ( Community Of Love ) di mana di setiap acara yang saya bawain saya selalu mengatakan kalau saya Katolik dan saya juga selalu bilang kepada mereka saya bangga menjadi umat katolik.

    Walau sebelumnya ada juga yang mencoba dengan pertanyaan - pertanyaan tentang penyembahan Patung Bunda Maria dan perpuluhan, tapi puji Tuhan saya mampu menjawab dengan bantuan Roh Kudus tentunya, hingga sampai saat ini saya masih suka exist di acara mereka dan mereka begitu menyukai saya. Demikian kesaksian saya, semoga boleh menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih.

    God Bless You All. Salam : untuk Pak Yoseph Tedja dan ibu Irene, Ibu Mei Fung, Pak Edi dan Bu Eva, Pak Mulyo dan Ibu Leny, Pak Yoppi dan Bu Ivone, Pak Gerald dan Ibu Lany, Romo Kolman, Romo Mardi, Romo Andang. Romo Subroto,

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/