• REST IN PEACE - Rm. FX. Soekarno, OSC


    Ditulis pada tanggal : Monday, 07 August 2017, 12:41 AM

    Sharing

    HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
    HARAPAN IMAN KASIH.    
    (Oleh: Rm. Jost Kokoh Prihatanto, Pr)

     
    REQUIESCAT IN PACE
    RM. FX. Soekarno, OSC

    GOING HOME....
    Berpulang, aku berpulang
    Tenang dan damai, aku berpulang
    Tidaklah jauh, lewati pintu terbuka

    Tugas telah usai, tiada cemas tersisa
    Bunda menanti, ayah pun menunggu
    Banyaklah wajah yang kukenal,
    dari masa lalu

    Ketakutan lenyap, kesakitan hilang
    Rintangan musnah, perjalanan usai
    Bintang fajar terangi jalanku
    Mimpi buruk hilang sudah
    Bayang-bayang telah berlalu
    Terang kini tiba

    Di hidup abadilah aku
    Tiada jeda, tiada akhir
    Hanya ada kehidupan
    Tersadar penuh, dengan senyuman
    Untuk selamanya

    Berpulang, aku berpulang
    Bayang bayang telah berlalu
    Terang kini tiba
    Hidup abadi kumulai
    Aku kini berpulang


    Pastor FX Soekarno OSC yang cukup lanjut usianya, namun tetap bersemangat ini merupakan salah satu tokoh dalam karismatik terlebih di Keuskupan Bandung.

    Awal ketertarikannya dimulai sekitar tahun 1981, saat ia mengikuti retret karismatik para imam di Sindanglaya, dimana dalam retret itu dipimpin oleh seorang imam tokoh karismatik dari India, yaitu Fr. Fio Mascharenhas SJ.

    Dikisahkan bahwa dirinya saat pertama kali ikut retret karismatik itu merasa aneh dan asing, dan memutuskan akan pulang saja besoknya. Tetapi sesudah bergumul dalam doa, diputuskan coba ikut terus (bertahan walau pun merasa aneh, misalnya melihat cara berdoa dengan tangan terangkat, doa dengan bahasa roh, dll).

    Namun setelah selesai retret tsb, yang lebih aneh menurut pengakuannya adalah terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupan yang sangat mencolok. Misalnya, dikisahkan dengan jujur bahwa walaupun dirinya adalah seorang pastor, tetapi jarang membaca Alkitab, baru kalau ada tugas mulai membaca Alkitab.

    Nah, sepulang dari retret malah timbul semangat baru untuk membaca Kitab Suci lebih mendalam. Ia juga pernah bertemu dan berbincang dengan tokoh-tokoh karismatik dunia di Roma, Italia, dimana waktu itu ada seorang pendeta di Gereja Pentakosta dari Afrika yang menemui beliau dan berpesan agar beliau mengajarkan umat Katolik di Indonesia tentang evangelisasi.

    Demikianlah, ia semakin gandrung dalam pelayanan dan membantu PKK (Pembaruan Karismatik Katolik), baik sebagai imam maupun sebagai narasumber dan pelayan doa bagi banyak orang yang datang dengan berbagai masalah kehidupan.

    Selain itu, Majalah Komunikasi (Majalah Bulanan Keuskupan Bandung) konon juga tak lepas dari pendampingannya bersama mitra awam. Majalah ini didirikan oleh sejumlah kaum awam, pada saat Pastor Soekarno OSC menjabat sebagai Ketua KOMSOS dalam kepemimpinan Mgr. Arntz, OSC pada tahun 1980.

    In Memoriam
    Tiga pesan sederhana Rm Sukarno

    1. Dalam setiap doa kita, di awal maupun diakhir, ucapkanlah, "Bunda Rahmat Ilahi, doakanlah kami", karena bagi yang percaya, Bunda Maria adalah Bunda Yesus yang paling dekat dengan Yesus, jadi… Bunda Maria bisa menjadi perantara doa kita kepada putra-Nya, masih ingatkan peristiwa ketika Maria kehabisan anggur dalam sebuah pesta di Kana?

    2. Jauhkanlah setiap kesempatan yang bisa membuat kita jatuh kedalam dosa!!

    3. Prioritaskan pada kehendak Allah!!
    Lihatlah buah-buahnya. Apabila buahnya semakin mendekatkan diri kepada Allah, silahkan jalan terus. Namun apabila buahnya malahan menjauhkan diri dari Tuhan, ya tinggalkan saja.

    Saat seseorang berpulang, segumpal awan menjelma menjadi malaikat, dan melayang ke surga meminta Tuhan untuk meletakkan setangkai bunga di atas sebuah bantal.

    Sang burungpun menyampaikan pesan itu ke bumi dan melantunkan seuntai doa yang menyebabkan hujan menangis.

    Mereka memang harus pergi, tapi mereka tidak benar-benar pergi. Roh mereka di atas sanalah yang menidurkan matahari, membangunkan rerumputan dan memutar bola dunia.

    Kadang kau dapat melihat mereka menari di dalam awan di siang hari di saat mereka seharusnya nyenyak tertidur. Mereka melukis keindahan pelangi dan juga temaram matahari senja dan membangunkan ombak di lautan.

    Mereka melambungkan bintang jatuh dan mendengarkan semua harapan, nyanyian mereka merdu dalam hembusan angin, berbisik pada kita : “Jangan terlalu sedih. Pemandangan di sini indah dan aku baik-baik saja”.

    ----------

    When somebody dies, a cloud turns into an angel, and flies up to tell God to put another flower on a pillow.

    A bird gives the message back to the world and sings a silent prayer that makes the rain cry.....

    People dissappear, but they never really go away. The spirits up there put the sun to bed, wake up grass, and spin the earth in dizzy circles.

    Sometimes you can see them dancing in a cloud during the day-time, when they’re supposed to be sleeping. They paint the rainbows and also the sunsets, and make waves splash and tug at the tide.

    They toss shooting stars and listen to wishes, and they sing wind-songs, they whisper to us:
    “Don’t miss me too much. The view is nice and I’m doing just fine”

    Salam HIKers,
    Tuhan memberkati & Bunda merestui
    Fiat Lux - Be the Light - Jadilah Terang!
    (Gen 1:3)
                    

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/