• Renungan Harian - Jumat, 20 Januari 2017

    Jumat, 20  Januari, 2017                              

    Ibrani 8: 6-13

    Mazmur 85: 8, 10-11,  13-14

    Markus 3: 13-19 

    IA  MEMANGGILMU

     

    “Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.” --- Markus 3: 13

    BACAAN INJIL hari ini, kisah Yesus memanggil kedua belas murid-Nya.  Mereka yang telah dipilih-Nya. Yesus mengutus mereka untuk mewartakan Injil dan mengusir  roh-roh jahat (Mrk 3:14). Mereka-mereka adalah penjala ikan di danau. Tetapi dengan mereka ini bergabunglah seorang penarik pajak yang umumnya dikenal sebagai pendosa publik dan juga seorang lagi aktivis gerakan politik Simon, si Zelot. Kehadiran mereka dua ribunan tahun lalu memberi dampak dan pengaruh luar biasa di dunia sampai sekarang.

    Allah mempunyai panggilan dan rencana agung bagi kita, juga bagi anak-anak yang masih dalam rahim ibu mereka. Tuhan memberi kepada kita masing-masing nama sendiri-sendiri. Tuhan memiliki tujuan khusus bagi kita masing-masing. Untuk kita patut bersyukur atas segala apa yang Tuhan telah lakukan pada kita.

    Dan kita patutlah kita bertekad pegang teguh akan ‘perjanjian baru’ kita dengan Yesus (Ibr  8: 8; Yer 31: 31). Kita harus  setia menghayati janji-janji Baptis kita, dengan ikut aktif penuh dalam Gereja, Tubuh Kristus. Kita adalah warga Gereja, murid-murid-Nya, yang telah diberi kuasa untuk “mengusir roh-roh jahat” dan untuk “mewartakan Injil”. Dengan patuh taat pada Tuhan, khususnya panggilan dari-Nya untuk kita  berdoa dan berpuasa (Mrk 17: 21) agar kita mampu mengusir roh-roh jahat itu, khususnya dalam budaya modern kita, budaya maut yang berupa, aborsi, sex-bebas, kawin cerai di masyarakat kita.

    Mari kita berjuang untuk budaya kasih, budaya untuk kehidupan, saling menghargai dan menghormati, karena setiap orang berhak untuk hidup, hidup yang pantas dan hidup yang berkecukupan. Ada harapan untuk ini semua. Sebab, Yesuslah Harapan kita !

    Doa: Bapa, ajarilah kami untuk mampu menuntun orang-orang kepada Putera-Mu agar memiliki hidup yang  berkelimpahan.

    Janji :Kesetiaan akan tumbuh dari bumi dan keadilan akan  menjenguk dari langit” --- Mazmur 85: 12

    Pujian: Santu Sebastianus diminta oleh Kaisar Diokletianus untuk murtad. Ia menolaknya. Ia dihukum dengan disiksa hampir mati. Tetapi ia selamat. Dan ia ditangkap dan untuk ke dua kalinya ia dihukum mati karena ia memperingatkan Kaisar jangan menganiaya umat kristiani. Ia dibunuh lagi sebagai martir dan dikubur di katakombe, gua–gua di bawah permukaan tanah di Jl, Via Appia, Roma.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/