• Renungan Harian - Sabtu, 21 Januari 2017

    Sabtu, 21 Januari, 2017

    St. Agnes                                 

    Ibrani 9: 2-3,11-14

    Mazmur 47: 2-3,6–9

    Markus 3:20-21

     

     “IA  TIDAK  WARAS  LAGI?”


    “Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka ‘Ia tidak waras lagi’ !” --- Markus 3: 21

    SANAK KELUARGA Yesus nampaknya kurang mendukung karya Yesus. Yesus begitu sibuk mengajar dan menyembuhkan orang, sampai-sampai tidak ada waktu untuk istirahat apalagi makan dan minum. Keluarga-Nya menarik kesimpulan, ini sudah amat keterlaluan, atau memang Yesus ‘tidak waras lagi?’.

    Kita, yang memperoleh buah karya penebusan-Nya, berbangga menjadi murid-Nya. Kita dibaptis ke dalam Yesus (Rm 6:3). Kitapun ikut ambil bagian dalam kodrat keilahiannya (2 Ptr 1:4).  Kita ini dipanggil dan dibantu untuk menjadi kudus sebagaimana Ia kudus adanya (1 Ptr 1:15-16), dan menjadi murni sebagaimana Ia murni adanya (1 Yoh 3:30). Juga kita dipanggil untuk menjadi sempurna, sebagaimana Bapa di surga itu sempurna (Mat 5: 48).

    Kita semua ini dipanggil untuk menjadi murid-murid Yesus, ‘napak tilas’ atau mengikuti Dia dan dibentuk serupa dengan ‘gambar’-Nya (Rm 8:29). Kalau kita semakin serupa dengan-Nya, orang-orang akan seperti  kaum keluarga Yesus, menganggap kita juga ‘tidak waras lagi’. Kita malahan akan sering dikejar dan dianiaya karena nama Yesus (Kis 5:41). Dan akhirnya untuk  menjadi lengkapnya seorang kristiani yakni menjadi ‘saksi’, -- dibunuh sebagaimana Yesus alami.

    Di zaman ini yang serba maju dengan pembiaran-pembiarannya, semakin banyak orang menjadi seperti ‘kaum keluarga Yesus’. Maka harap siap sedia, orang-orang yang dianggap seperti ‘Yesus’ dipandang ‘tidak waras lagi’ dan patut kalau dikejar dan dianiaya (2 Tim 3:12) dan bisa dibunuh menjadi martir.

     

    Doa: Bapa, bantulah diri kami semakin menjadi seperti Yesus, Putera-Mu, semakin suci, penuh sukacita bila disalah pahami, semakin mencintai dan ditolak.

    Janji: “ ... Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” --- Ibrani 9: 14

    Pujian: Pesta S. Agnes, seorang gadis cantik yang menolak lamaran. Ini menyebabkan kemarahan besar yang membawa Agnes ke pengadilan. Tanpa gentar menghadapi tuduhan palsu, ancaman dan siksaan. Karena Yesus, dengan sukacita ia berani menjalani hukuman dengan dipenggal kepalanya.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/