• Renungan Harian - Sabtu, 28 Januari 2017

    Sabtu, 28 Januari 2017

    St. Thomas Aquino

    Ibrani 11:1-2, 8-19

    Lukas 1:69-73, 75

    Markus 4:35-41

    IMAN PATUTLAH DIUJI

     “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” --- Ibrani 11:1

    PAULUS PEWARTA Iman menganjurkan agar iman kita itu diuji. “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!  Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.”( 2 Kor 13:5). Dan kita-kita ini dapat menyebut diri kita hidup dalam iman, kalau :

    • Kita tidak membiarkan diri kita dijadikan orang yang mudah ditakut-takuti. ‘Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk 4:40).
    • Hubungan pribadi kita dengan Allah begitu mendalam, sehingga kita memiliki keyakinan dan jaminan, akan apa yang kita harapkan (Ibr 11:1).
    • Kalau kita beriman seperti Abraham. Sebab “Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya,... dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” (Ibr 11:8).
    • Sebagaimana iman Abraham, “tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak”, kitapun sangat diharapkan berani mengorbankan apa saja kepada Allah (Ibr 11:17);
    • Karena iman, kita mampu memindahkan gunung (Mat 17:20);
    • Kita bisa mengalahkan dunia, “Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah” (1 Yoh 5:5);
    • Paulus menandaskan apa itu hidup dalam iman “aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”. (Gal 2:19-20).

    Semuanya tergantung pada iman. Tanpa iman, tak mungkin kita bisa berkenan pada Allah (Ibr 11:6). Kita semua ini diselamatkan oleh rahmat berkat iman (Ef 2:8). Maka bila kita merasa iman kita tipis, perlulah kita berseru “Tambahkanlah iman kami!” (Luk 17:5). Ya “aku percaya. Tolonglah aku yang kurang percaya ini!” (Luk 9:24).

    Doa: Ya Yesus, semoga kalau Engkau datang kembali ke bumi, Engkau temukan iman di bumi dan dalam hidup kami.

    Janji: “Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.” --- Ibrani 11:12

    Pujian: St. Thomas Aquinas (1225-1274) menulis uraian tentang Ekaristi yang saat itu perlu penjelasan. Sebelum tulisan itu diterbitkan untuk umum, ia letakkan tulisan itu di meja altar, memohon bimbingan. Tulisannya tetap relevant sampai zaman sekarang. Pujian kepada Ekaristi banyak yang ia tulis, antara lain “Tantum Ergo” (PS 558-559).

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/