• Renungan Harian - Rabu, 1 Februari 2017

    Rabu, 1 Februari 2017

    Ibrani 12:4-7,11-15

    Mazmur 103:1-2,13-14,17-18a

    Markus 6:1-6

    YESUS DITOLAK 

    "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." --- Markus 6:1-6

    PERISTIWA PENOLAKAN Yesus ini dikisahkan oleh ketiga Injil sinoptici, Markus, Matius dan Lukas. Dan puncak penolakannya terjadi sewaktu di sidang pengadilan khusus untuk mengadili Yesus. Pilatus ingin membebaskan Yesus. Tetapi orang-orang Yahudi memilih Barsabas daripada Yesus.

    Penolakan di Sinagoga Nasaret, tidaklah sekejam di ruang pengadilan Pilatus yang berujung penyaliban. Di sini, awalnya :

    • Orang-orang mempertanyakan asal usul hikmat dalam mengajar;
    • Mempertanyakan kemampuan Yesus melakukan mukjizat-mukjizat;
    • Meremehkan asal usul-Nya, karena mereka kenal dengan saudara-saudari-Nya;
    • Dalam ajaran Yesus tentang “Roti Hidup”. Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah “Roti yang turun dari surga. “Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yoh 6:58). Malahan oleh murid-murid-Nya sendiri : Apa yang diajarkan Yesus itu “dianggap terlalu keras. Siapakah yang sanggup  mendengarkan-Nya” (Yoh 6:60). Di sini penolakan berujud ‘pengunduran diri sebagian murid-murid-Nya, “tidak lagi mengikut Dia” (Yoh 6:66). Dan masih banyak alasan mereka menolak ...

    Yesus tidak gentar ditolak. Ia tetap setia pada perutusan dari Bapa. Malahan para rasul sendiri ditantang “Apakah kamu tidak mau pergi juga!?” (Yoh 6:67). Dulu Yesus mengalami penolakan. Sekarangpun juga! Bagaimana kita sendiri? Kita ikut-ikutan menolak-Nya dengan mengundurkan diri?

    Beranikah kita seperti Petrus berujar “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?” Kalau kita memperbaharui janji-janji Baptis kita, sadarkah kita bahwa kita menyatakan kesetiaan kita kepada-Nya, bahwa bagi kita tidak ada Andalan lain kecuali Yesus Kristus?

    Doa: Bapa, kuatkan kami dalam pergumulan melawan dosa, lebih-lebih dosa ketidak-setiaan kami.

    Janji: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak" —Ibrani 12:5-6

    Pujian: Idrus, sewaktu menyatakan niatnya mau masuk Katolik, beberapa teman dekatnya lalu menjauhkan diri dari dia.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/