• Renungan Harian - Selasa, 7 Februari 2017

    Selasa, 7 Februari 2017

    Kejadian 1:20--2:4a

    Mazmur 8:4-9

    Markus 7:1-13 

    BUTIR-BUTIR DASAR KOMUNITAS PERJANJIAN BARU

    “Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” --- Markus 7:8

     

    KISAH DALAM Injil merupakan salah satu awal konflik dengan orang-orang Yahudi, khusus para ahli Taurat. Konflik dalam hal penghayatan agama. Orang Yahudi apalagi orang Farisi, begitu ketat dalam melaksanakan apa yang tertulis dalam Taurat Musa, plus adat istiadat yang mereka ciptakan. Mereka anggap kebiasaan saleh itu wajib hukumnya. “Orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga” (Mrk 7:3-4). Ituhah wajah hidup komunitas Perjanjian Lama. Para alim ulama Yahudi ini melihat cara hidup para murid Yesus yang tak seperti mereka, kaget dan mereka menegurnya. "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?". Mereka merasa semua orang harus patuh taat pada peraturan agama seperti mereka sendiri.

    Bagaimana tanggapan Yesus? "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia” (Mrk 7:6-7).

    Jawaban Yesus itu dan bacaan lanjutan untuk besok pagi, menjadi butir-butir dasar penghayatan hidup beragama dalam Perjanjian Baru.  Setelah Yesus naik ke surga dan para rasul mulai tersebar mewartakan Injil, terbentuklah ‘persekutuan-persekutuan  umat beriman’ sebagai ‘embrio Gereja’. Memang di awal sejarah Gereja Perdana, cara hidup umat Kristiani yang sebagian besar orang-orang Yahudi merupakan gerakan hidup baru dalam Agama Yahudi. Tetapi dengan semakin banyak orang-orang dengan latar belakang bukan Yahudi, konflikpun mulai menjadi-jadi. Umat Kristiani berasal dari bukan Yahudi, tidak perlu disunat! Ini yang terjadi di Konsili pertama dalam Gereja yakni Konsili Yerusalem (Kis 15: 1-21).

    Kitalah pewaris ajaran Yesus yang diteruskan oleh para Rasul, yakni kebebasan dalam Roh dalam mengabdi Allah.

    Doa: Bapa, terima kasih bahwa kami dimasukkan ke dalam persekutuan Umat ber-iman yang mengikuti bimbingan Roh Kudus, bukan apa yang tertulis sebagai aturan yang dibuat oleh manusia.

    Janji: “Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia" --- Markus 7:8

    Pujian: Sebelum Tarti pergi untuk ikut dalam ‘team’ Doa Penyembuhan dalam Retret Luka-luka batin, ia berdoa lebih banyak dan disertai puasa.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/