• Renungan Harian - Kamis, 9 Februari 2017

    Kamis, 9 Februari 2017

    Kejadian 2:18-25

    Mazmur 128:1-5

    Markus 7:24-30

    YESUS UNTUK SEMUA ORANG

     “Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.” --- Markus 7:26

    PERISTIWA YESUS menyebrang ke luar wilayah Israel, tepatnya ke daerah Sidon dan Tyrus, sekali terjadi. Bukan hanya Markus yang mengkisahkannya, tetapi juga Matius (15:21-28). Dalam silsilah Yesus versi Lukas, dinyatakan bahwa ujung-ujung-nya silsilah adalah bahwa Yesus itu anak Adam, anak Allah (Luk 3:38). Yesus datang untuk semua umat manusia, bukan hanya umat Israel saja, ciptaan Allah. Pada akhir Injil, setelah Yesus bangkit dan jelang kenaikan-Nya ke surga, Ia memberi amanat untuk pergi ke seluruh dunia guna mewartakan Injil kepada segala mahkluk (Mrk 16:16), bukan hanya ke wilayah Israel atau bangsa terpilih.

    Maka sewaktu Yesus berada di luar wilayah Israel, ini artinya Ia datang untuk semua orang. Seorang ibu Yunani berdarah Siro-Fenesia meminta Yesus untuk menyembuhkan anaknya, semula menolak, akhirnya Yesus menyembuhkan juga. Yesus menerima siapa saja dan dari mana saja. Ia tidak melihat latar belakang orang bersangkutan yang datang memohon sesuatu kepada-Nya. Apapun statusnya, kaya atau miskin, saleh ataupun tidak, memperoleh peluang yang sama. Siapapun orangnya boleh berharap pada Yesus.

    Yesus tidak menuntut syarat dan tanpa pamrih. Yesus mendengarkan keluhan orang. Meski tak sedikit orang Yahudi yang menolak-Nya, tetapi Yesus tetap mendoakan dan mencintai mereka. Yesus tidak takut akan resiko dalam menyampaikan ajaran-Nya. Dalam peristiwa di wilayah Siro-Fenesia ini, Yesus menganugerahi keselamatanm pada orang yang beriman walau mereka orang bukan-Yahudi.

    Peristiwa itu juga menegaskan bahwa kita tak perlu ragu akan kasih Yesus. Pertolongan tentu akan datang dari Yesus, kalau kita beriman dan memohonnya.

    Dan kita? Bagaimana sikap dan relasi kita dengan orang-orang lain, selain sanak keluarga dan teman sahabat dekat? Mungkinkah kita menjadi berkat bagi mereka-mereka? Kita perlu belajar membantu orang tanpa pandang bulu. Apakah mereka kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak. Cinta Yesus meretas semua batas dan pagar.

    Doa: Ya Allah, karena Engkau mencintai lebih dahulu tanpa syarat, buatlah hati dan budiku bersikap demikian juga. Jadikan diriku sebagai saluran berkat bagi sesama.

    Janji: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu" --- Markus 7:29

    Pujian: Di Katedral Beijing Selatan, Aula Paroki katedral selalu terbuka bagi suami-istri yang tinggal berduaan saja di apartment. Di Aula itu banyak pasutri lansia berjumpa, dan perlahan ingin mengenal Yesus.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/