• Renungan Harian - Senin, 13 Februari 2017

    Senin, 13 Februari 2017

    Kejadian 4:1-15,25

    Mazmur 50:1,8,16bc-17,20-21

    Markus 8:11-13

    MEMINTA TANDA

    “Mengapa angkatan ini meminta tanda?”

    --- Markus 9:12

    UMAT ISRAEL zaman Yesus memang menunggu dan menanti datangnya al Masih. Waktu Yesus masih bayi dibawa ke Bait Suci, Ia dipersembahkan kepada Allah sebagai anak sulung laki-laki. Simeon adalah salah seorang yang ‘menantikan penghiburan bagi Israel’. Terpenuhi kerinduannya dengan ‘melihat Mesias’, dalam diri Yesus, Bayi kecil itu. Ia menemukan Yesus kecil sebagai tanda keselamatan (Luk 2:25-33). Malahan Simeon bernubuat “Anak ini ditentukan untuk ... menjadi tanda yang menimbulkan perbantahan ...” Juga Hana yang datang saat itu Bait Allah, melihat Anak Yesus yang dinanti sebagai tanda ‘kelepasan untuk Yerusalem’ (Luk 2:36-38).

    Tetapi bagi orang-orang Farisi pada umumnya tidak puas. Pelbagai mukjizat yang Yesus adakan tidak bisa membuka hati mereka untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus Allah. “Mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga.” Karena kedegilan hati mereka, Yesus mengeluh  "Mengapa angkatan ini meminta tanda? “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda" (Mrk 8:12). Dalam Injil Matius yang paralel mengkisah peristiwa yang sama, menambahi jawaban Yesus “Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam” (Mat 12:39-40). Ini mengacu pada peristiwa Wafat dan Kebangkitan-Nya.

    “Tanda” dalam Injil berarti mukjizat atau keajaiban. Dan Yesus sendiri telah mengadakan macam-macam mukjizat dan keajaiban. Tetapi hati orang Farisi tetap tertutup, karena mereka mempunyai pengertian Mesias menurut mereka itu macam apa, tidak sebagaimana Yesus hayati dalam hidup-Nya di hadapan mereka. Bagi para murid Yesus, memang juga tanda yang diperbuat Yesus membuat mereka percaya kepada-Nya. Peristiwa mukjizat air berubah menjadi anggur di Kanna itu, “sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya” (Yoh 2:11).

    Apakah hidup kekristenan kita dapat menjadi ‘tanda’ luhurnya ajaran Yesus? Apakah  kehadiran kita dalam masyarakat dapat menjadi ‘tanda’ kehadiran ‘Sesuatu’ yang dikrindukan manusia?

    Doa: Bapa, jadikanlah kami juga menjadi tanda dan sarana hidup rukun dan damai sejahtera bagi masyarakat sekeliling kami.

    Janji: Yesus “mengeluh dalam hati-Nya” --- Markus 8:12

    Pujian: Seorang Pastor memberi homili pendek pada Misa pemberkatan perkawinan, antara lain, mengatakan bahwa ‘cincin’ itu yang mereka kenakan suami-istri sebagai tanda kesetiaan  tiada akhir.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/