• Renungan Harian - Selasa, 14 Februari 2017

    Selasa, 14 Februari 2017

    St. Sirilus, Prtp

    St. Metodius, Usk

    Kejadian 6:5-8, 7:1-5,10

    Mazmur 29:1-4,9b-10

    Markus 8:14-21

    DITUNTUT KESETIAAN

    “Menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.” --- Kejadian 6:6

     JARANG KITA merenungkan peristiwa-peristiwa dari Perjanjian Lama. Contohnya “Petaka Air Bah”. Peristiwa “Air Bah” memiliki arti ganda. Pertama, karena manusia tidak setia -- yang dilakukan hanya kejahatan --, maka Air Bah merupakan jawaban Allah. Manusia menderita. Barang siapa tidak setia kepada Allah dan tidak menunjukkan pertobatan harus bersedia dihukum. Dosa berujung kematian. Sebaliknya, siapa saja yang taat setia kepada-Nya akan diselamatkan. Patuh setia mendatangkan keselamatan. Nuh dan keluarga patuh setia kepada Tuhan. Mereka diselamatkan oleh Allah dengan disuruh membuat ‘bahtera’.  Mereka ini luput dari air bah.

    Kisah Air Bah mengingatkan kita akan pembaptisan kita. Baptis dengan ‘diselamkan’, memberi lambang dosa-dosa manusia ditenggelamkan ke dalam kematian Kristus. Baptis melambangkan juga bahwa kita diangkat naik lagi sebagaimana Kristus bangkit dari alam maut. Kita dengan ‘dibangkitkan’ kita dimasukkan ke dalam hidup baru. Hidup yang dituntun oleh Roh Kudus.

    Meski kita telah dibaptis, kita manusia ‘lemah’. Maka janji Baptis selalu harus kita ulang dan ulangi. Jalan kesetiaan kita sering dirintangi oleh egoisme kita sendiri, malas, dan kebiasaan buruk lainnya. Lalu?

    Mari kita terus menerus bertobat, sebagaimana selalu kita ungkapkan di awal Misa. “Saya mengaku ...” atau  Doa tobat “Allah yang Maharahim ...”  Ini cara kita untuk mengingatkan diri kita menanggalkan manusia lama kita dan merasuk ke manusia baru. Kita juga perlu selalu membangun niat dan tekad, khususnya di pagi hari, dalam Doa Pagi, agar Tuhan berkenan memberkati aktivitas kita dari pagi sampai sore.

    Doa: Ya Bapa, bangkitkan selalu semangat kesetiaanku kepada-Mu. Jangan biarkan diriku tenggelam dalam kebiasaan burukku.

    Janji: “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku” --- Kejadian 7:1

    Pujian: Dalam klas Bina Iman Anak (BIA) anak-anak senang mewarnai binatang-binatang yang masuk ke dalam perahu nabi Nuh. Itu menjadi pintu masuk bagi guru BIA mengajari anak-anak untuk patuh setia kepada perintah Tuhan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/