• Renungan Harian - Rabu, 15 Februari 2017

    Rabu, 15 Februari 2017

    Kejadian 8:6-13,20-22

    Mazmur 116:12-15,18-19

    Markus 8:22-26

    PENYEMBUHAN MEMBUTUHKAN PROSES

    “Orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.” --- Markus 8:22 

    MATIUS DAN LUKAS mencatat bahwa Yesus pergi berkeliling di seluruh Galilea, mengajar dan menyembuhkan pelbagai penyakit dan kelemahan (Mat  4: 23- 25; Luk 6: 17-19). Dan dalam bacaan Injil hari ini, Markus mengkisahkan adanya seorang buta yang memohon disembuhkan. Yesus-pun menanggapinya. Yesus menyendirikannya dari rakyat kampung. Dan apa yang Yesus lakukan? “Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya”. Ternyata si buta mulai dapat melihat tetapi belum jelas.  Sewaktu ditanya “Sudahkah kaulihat sesuatu?" Iapun menjawab "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."

    Selanjutnya, “Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.” Si buta sembuh tetapi tidak seketika itu juga. Pertama melihat taram temaram. Lalu ia didoakan lagi oleh Yesus, baru sembuh dengan sempurna.

    Penyembuhan membutuhkan waktu. Butuh proses. Kita perlu sabar, setahap demi setahap. Orang sakit yang pergi ke dokter untuk berobat juga demikian. Ada prosesnya. Pasien harus bolak balik diperiksa dan diobati lagi dan lagi oleh dokter, sampai sembuh benar.    Peristiwa ini mengamanatkan kita, pertama, bahwa Yesus tidak pernah menolak orang yang datang kepada-Nya untuk memohon sesuatu, khususnya memohon penyembuhan. Yesus berkenan memberi kuasa dan karunia kepada para rasul dan juga kepada kita saat ini untuk mewartakan Injil dibarengi dengan kuasa menyembuhkan. “Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh” (Mrk 16:13). Pesan lain yang dapat kita petik, yakni bahwa  segala sesuatu membutuhkan proses. Tahapan-tahapan haruslah terjadi. Ini menuntut dari kita kesabaran sekaligus kepercayaan dan harapan penuh untuk sembuh.

    Sering peristiwa sembuhnya orang buta yang bertahap ini dijadikan lambang dari tahap-tahap Baptis. Menjadi murid Kristus secara penuh butuh proses: setahap demi setahap mengenal Yesus dan Gereja-Nya, sampai mau menerima penuh Yesus sebagai Sang Juru Selamat pribadi. Dan akhirnya orang yang dibaptis itu menjadi murid Kistus yang dapat melihat keseluruhan kebenaran pribadi Yesus dan ajaran-Nya.

    Doa: Ya Yesus, bukalah kebutaan mata hatiku agar aku dapat melihat segala kebaikan-Mu dan kekayaan Gereja-Mu.

    Janji: “Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata hati kita, supaya kita memahami pengharapan yang terkandung dalam panggilan kita” --- Bait pengantar Injil

    Pujian: Rani menjadi buta sewaktu duduk di klas III SD. Suatu pukulan berat bagi orangtuanya. Harta hampir habis untuk berobat. Tetapi suatu ketika Rani meminta boleh belajar memainkan piano. Dan sekarang ia bisa menjadi juara di antara sesama yang ‘disfable’. Orangtuanya meminta maaf kepada Tuhan karena dulu marah sama Tuhan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/