• Renungan Harian - Kamis, 16 Februari 2017

    Kamis, 16 Februari 2017

    Kejadian 9:1-13

    Mazmur 102:16-23,29

    Markus 8:27-33

    YESUS BLUSUKAN

    "Kata orang, siapakah Aku ini?" --- Markus 8:27

     

    SETELAH KIRA-KIRA setengah tahun, Yesus dan murid-murid-Nya tetap blusukan ke kampung-kampung. Dan saat itu mereka sampai di Kaisarea Filipi. Dan di kota ini dikenallah “Peristiwa Kaisarea-Filipi” Yesus menanyakan ‘Indentitas Diri-Nya’ kepada para murid-Nya sendiri “Siapakah Aku?” Peristiwa ini begitu penting sampai penginjil Matius dan Lukas-pun melaporkannya juga (Mat 16:21-28; Luk 9:22-27).

    Pertanyaan Yesus bertahap. Pertama “Kata orang” -- Siapakah Aku ini? Para murid yang ditanya merasa ‘tidak terlibat’ dalam jawaban. Maka mereka mengungkapkan, bukan apa isi hati mereka ‘siapa Yesus’ tetapi sejauh pengetahuan mereka, ‘siapa Yesus itu menurut pandangan orang-orang’ :

    • "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis”;
    • “Ada juga yang mengatakan: Elia”;
    • “Ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."
    • (Matius menambahkan bahwa Yesus itu ‘Yeremia’ --- Mat 16:14

    Tahap kedua, pertanyaan tertuju kepada para rasul sendiri yang dipanggil Yesus sendiri untuk menjadi ‘penjala manusia’, agar para rasul tidak salah pengertian tentang Jati Diri Yesus. Maka pertanyaan tertuju secara pribadi kepada para rasul baik secara pribadi masing maupun bersama “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Dan apa jawab mereka?

    Belum ada satu rasulpun yang memulai membuka mulut, tiba-tiba, Petrus-lah yang tampil dan memberi tanggapan (Ada tiga versi jawaban) :

    √  "Engkau adalah Mesias" (Mrk 9:29);

    √  “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:17);

    √  “Mesias dari Allah” (Luk 9:20).

    Petrus mewakili teman-temannya, mengakui bahwa Yesus itu melebihi para nabi. Bagi dia dan para rasul, Yesus adalah Mesias atau Al Masih”. Artinya Yesus-lah yang menggenapi apa yang dijanjikan Allah untuk ‘melawat Umat-Nya”. Yesuslah yang ditunggu dan dinanti oleh Umat Israel. Itulah makna ‘Silsilah Yesus’ (Mat 1:1-17), kalau Dia adalah keturunan Daud. Dan dalam mimpi Yusuf yang merencanakan meninggalkan Maria yang sudah hamil, mendapatkan pencerahan dari surga lewat mimpi “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:21).

    Karena umumnya dalam zaman Yesus, pemahaman Mesias itu lebih dalam ranah politik, yaitu membebaskan rakyat Israel dari penjajahan Romawi, maka “Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia” (Mrk 9:30). Bukan pemahaman tentang Mesias versi orang-orang Israel saat itu, tetapi versi Yesus sendiri. Di sinilah Yesus lalu menubuatkan tentang sengsara-Nya, sebagai jalan penyelamatan orang-orang Israel dan umat manusia.

    Maka kita yang mengaku diri kita sebagai murid-murid-Nya haruslah menerima ‘jati diri Yesus itu’, artinya kita harus menerima juga ‘Salib’.

    • Apakah kita telah menyadari konsekuensi menjadi murid-Nya?
    • Apakah ajaran-Nya tentang “menyangkal diri, memikul salib sehari-hari, menjadi syarat mengikuti-Nya, kita terima?

    Doa: Ya Yesus, perkenankalah aku menjadi pengikut-Mu dan mampukan aku memikul salib dan menyangkal diri.

    Janji: “Berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia" --- Mrk 9:33

    Pujian: Salah seorang pemandu siaran TV pernah ber-‘sharing’, bahwa sewaktu membawakan acara di TV ia selalu memakai kalung dengan salib di lehernya. Suatu hari ada staf yang merenggut kalung salib darinya dan mengancam akan melarangnya kalau masih memakainya dalam acara-acara TV. Dia memilih mundur dari pemandu acara di TV. 

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/