• Renungan Harian - Sabtu, 18 Februari 2017

    Sabtu, 18 Februari 2017

    Ibrani 11:1-7

    Mazmur 145:2-5,10-11

    Markus 9:2-13

    KESAKSIAN IMAN PARA LELUHUR

    “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” --- Ibrani 11:1

     

    KITAB IBRANI merupakan jembatan Perjanjian Lama dan Baru. Perjanjian Lama merupakan awal persiapan Iman kita dan Perjanjian Baru mewujudkan Iman kita dan menjelaskan apa yang terjadi dan dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Di sinilah letak para leluhur kita, para tokoh Perjanjian Lama. Siapa mereka itu?

    • “Habel”. Ia mempersembahklan kurban yang berkenan kepada Allah;

    • “Henokh”. Ia dikisahkan terangkat agar ia tidak mengalami kematian;

    • “Nuh”. Seorang beriman yang setia kepada petunjuk Allah untuk membuat bahtera guna menyelamatkan diri dan keluarganya, serta binatang-binatang yang ada;

    • “Abraham”. Tokoh beriman. Menjadi Bapa segala bangsa beriman. Ia patuh akan kehendak dan rencana Allah. Ia meninggalkan negeri yang ia tempati untuk pergi menuju tanah terjanji;

    • “Sara”. Wanita yang kuat beriman. Karena imannya, ia diberkati untuk menurunkan anak cucu, di tengah usia senja.

    Ya karena iman para leluhur itu, kemuliaan Allah terpancar dalam diri mereka. Karena itu, rencana keselamatan yang Allah kehendaki, terwujud nyata lewat mereka. Inilah bukti kuat janji Allah. Allah setia kepada mereka, yang beriman dan setia pada perjanjian Allah.

    Tetapi, dosa membuat janji keselamatan Allah tersendat. Dosa yang dibuat manusia memadamkan kemuliaan Allah yang semestinya terpancar pada diri kita manusia. Dan dosa membuat kita umat manusia tidak setia pada perjanjian Allah yang maha pemelihara. Dan kalau dibiarkan, umat manusia tidak akan mencapai tujuan diciptakan oleh manusia, karena menuju ke binasaan oleh ulah diri kita sendiri.

    Ini tidak berlanjut terus. Allah kita tetap perkasa. Janji akan datangnya Mesias, Ia utus. Mesias adalah orang pilihan Allah yang terurapi terwujud dalam diri Yesus Kristus. Kita melihat kembali kemuliaan Allah dalam diri Yesus. Kesalahan dosa kita ditanggung-Nya Dan kita diselamatkan dari kebinasaan kekal oleh-Nya.

    Dapatkan kita bukan sekedar mengenang tokoh-tokoh Perjanjian Lama, tetapi juga meneladan keutamaan mereka? Bagaimana kita bisa beriman kepada Allah seperti mereka? Dapatkan kita mengandalkan Allah saja dan dari kita sendiri kita tidak bisa selamat? Apakah kita juga setia seperti mereka setia pada perjanjian dengan Allah?

    Doa: Ya Bapa, berilah diriku iman para leluhur itu. Biarkan diriku hanya mengandalkan Dikau.

    Janji: “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat” --- Ibrani 11:3

    Pujian: Seorang ahli Kitab Suci berkenan memberi seminar tentang Kitab Ibrani kepada umat Paroki yang panasaran akan Kitab ini, karena kurang memahaminya dan tidak begitu kenal dengan latar belakang keagamaan Israel.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/