• Renungan Harian - Selasa, 28 Februari 2017

    Selasa, 28 Februari 2017

    Sirakh 35:1-12

    Mazmur 50:5-8,14,23

    Markus 10:28-31

    PEKERJA PATUT MENERIMA UPAH 

    "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" --- Markus 10:28

    PERNAH SEORANG mengatakan kepada seorang Pastor. “Romo, sebagai biarawan tentu mengucapkan kaul kemiskinan. Tetapi penampilan Romo tidak menggambarkan bahwa Romo itu miskin!” Pastor itu menjawab “Benar. Itu kenyataan kesan yang ada.” “Tetapi dari pengalaman hidup saya”, lanjut Pastor dalam menanggapi kesan umat, “saya puluhan tahun lalu meninggalkan  orang-tua saya -- bapak-ibu -- yang melahirkan dan membesarkan saya, namun dalam kenyataan pelayanan saya, saya mendapatkan ratusan bahkan lebih lagi  bapak-ibu. Saya meninggalkan, kakak-kakak dan adik-adik saya, tetapi saya memperoleh ribuan saudara-saudari saya yang akrab dan bersaudara dengan saya. Memang saya tidak bersusah payah mencari tempat tinggal, kendaraan, pakaian dan makanan. Tetapi tempat tinggal selalu tersedia bagi saya dan dilengkapi dengan kendaraan. Dan pakaian dan makanan, saya mendapatkan secara berlebih dari umat. Dan sering saya bagi-bagikan! Saya tinggalkan semua itu demi panggilan sebagai pastor melayani umat. Dan saya telah dan terus menerima upahnya dari Tuhan lewat Umat.”

    Itulah kenyataan dari pengalaman gembala yang menanggapi panggilan Yesus guna mewartakan Kabar Gembira dan menggembalakan Umat-Nya. Janji Yesus kepada para rasul yang kita baca hari ini, bukanlah janji kosong. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal” (Mrk 10:29-31). Pahala bukan nanti setelah kita mati, kita baru menerima pahalanya, tetapi Yesus menegaskan bahwa “orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat” (Mrk 10:30).

    Di zaman sekarang, di paroki-paroki, ada saja orang-orang, bukan meninggalkan sanak keluarga dan harta milik untuk mengikuti Yesus, tetapi sebaliknya “meninggalkan Yesus” demi karir dalam pekerjaan, demi harta dan demi teman hidup yang berbeda keyakinan.

    Budaya ‘hedonisme’, sukses dalam materi di zaman modern ini memang berdampak pada panggilan anak muda untuk melayani Tuhan secara total. Tetapi kita tetap percaya Roh Kudus yang memimpin dan menjaga Gereja. Dia pula yang mengobarkan semangat pengorbanan dan pelayanan di dada anak-anak muda untuk menanggapi panggilan Yesus guna mewartakan Injil,  mengkuduskan Umat-Nya dan melayani sesama.

    Doa: Ya Yesus, Engkau mengasihi dan memelihara kami. Semuanya demi keselamatan dan kesejahteraan kami. Ajarilah kami mengikuti jejak-Mu berani berkorban demi Kerajaan-Mu.

    Janji: “Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu" --- Markus 10:31

    Pujian: Ada kebiasaan saleh dalam Gereja. Tiap Sabtu pertama di beberapa Paroki diselenggarakan Doa untuk Panggilan. Doa untuk para imam, bruder dan suster, dan doa untuk semakin banyak anak muda berani  melakukan ‘penegasan rohani’ untuk menentukan panggilan hidup.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/