• Renungan Harian - Rabu, 1 Maret 2017


    Ditulis pada tanggal : Tuesday, 28 February 2017, 12:37 AM

    Renungan Harian - Rabu, 1 Maret 2017

    Rabu, 1 Maret 2017

    Rabu Abu, Pantang & Puasa

    Yoel 2:12-18

    Mazmur 51:3-6a,12-14,17

    2 Korintus 5:20--6:2

    Matius 6:1-6,16-181

    SELAMAT HARI RABU ABU

    "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.” --- Matius 6:1

    SELAMAT DATANG Masa Puasa -- Selamat Datang Masa Pra Paska. Tiap agama mengenal Puasa dan warganya melakukannya. Kita orang Kristiani, khususnya Umat Katolik, memasuki Masa Puasa ini dengan semangat ‘mengikuti Jejak Kristus, yang menderita bagi kesalahan dan dosa-dosa kita’. Sangat wajar, kalau kita melakukan kesalehan keagamaan, yakni Puasa dan Pantang, Berdoa dan Bersedekah. Ini suatu kehormatan bagi kita untuk ‘menyatu dengan pribadi Yesus’  -- Sang Juru Selamat yang memasuki saat derita-Nya.

    Yesus memberi peringatan kepada kita, kalau kita melakukan tindak kesalehan keagamaan dalam hal sedekah, puasa dan berdoa. Yesus inginkan agar kita melakukan dan menghayatinya secara baru dan radikal.

    Dalam hal “sedekah” -- beramal, Yesus tekankan mengenai motivasi “… apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang”, tetapi “jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu" (Mat 6:2-4).

    Mengenai, berdoa: “... janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan” (Mat 6:5-7).

    Tentang “berpuasa”, apa kata Yesus? “apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa”, “apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,” supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi” (Mat 6:16-17).

    Meskipun Pedoman Gereja, kita diwajibkan berpuasa di Hari Rabu ini dan HariI Jum’at Agung -- Wafat Yesus -- tidak berarti kita hanya dua kali berpuasa dalam setahun. Di mana kita anggap perlu, kita bisa berpuasa guna mendukung ‘ulah kesalehan keagamaan kita’. Dalam berdoa Syafaat dengan Ujud untuk kepentingan lain, kita  dianjurkan  untuk ‘berpuasa’.

    Sedekah, Berdoa dan Berpuasa, bukan sekedar kita lakukan karena diwajibkan, bukan pula supaya kita dilihat dan dipuji orang, seperti sabda Yesus, tetapi itu semua kita hayati dalam Masa Pra Paska ini, untuk dan demi Pekan Suci, untuk dan demi Tri Hari Suci, untuk mempersiapkan diri kita menyambut Hari Agung Kebangkitan Yesus Kristus, Paska Suci -- Hari yang ber-Rahmat.

    Doa: Bapa, berilah aku kelapangan dada memasuki Masa Puasa ini, agar aku semakin dekat dengan Yesus yang sudi sengsara untukku dan umat manusia.

    Janji: “Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Koyaklah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu” --- Yoel 2:12-13

    Pujian: Tahun lalu Darsono, siswa klas 5, selama Masa Puasa, tidak jajan di sekolah. Biasa tiap hari ia jajan. Sekarang ia tabung uang jajan itu untuk dimasukkan ke dalam kotak Aksi Puasa di sekolah.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/