• Renungan Harian - Kamis, 2 Maret 2017


    Ditulis pada tanggal : Tuesday, 28 February 2017, 07:55 PM

    Renungan Harian - Kamis, 2 Maret 2017

    Kamis, 2 Maret 2017

    St. Agnes dr Praha

    Ulangan 30:15-20­

    Mazmur 1:1-4,6

    Lukas 9:22-25

    POHOH: DIBERSIHKAN BIAR BERBUAH LEBAT

    “Orang suka dan merenungkan Taurat, “seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran sungai, yang menghasilkan buah pada musimnya”.” --- Mazmur 1:3

    SEPERTI POHON -- Dalam budaya zaman dulu, “pohon” itu digunakan sebagai gambaran kuat-kuasa dan daya hidup. Kalau kita dikatakan ‘seperti pohon’ maksudnya ialah bahwa kita kokoh kuat dan aman sejahtera. Kalau penulis Mazmur mengatakan ‘menghasilkan buah, ini mengingatkan kita akan ‘buah-buah Roh Kudus’ (Gal 5:22-23), suatu tanda nyata Allah berkarya dalam hidup kita. Buah yang Tuhan hasilkan ‘kasih, sukacita, damai ...’

    “Ditanam ...” Secara dikehendaki, pohon itu di tanam di situ. Itu pohon liar, yang kebetulan tumbuh dekat “aliran sungai”. Dan itulah kita-kita ini. Tetapi kita lalu dipindah dan ‘ditanam’ oleh Tuhan, di suatu tempat tertentu, di suatu saat tertentu dan tentu saja dengan tujuan tertentu pula. Siapa yang menanam? Tiada lain Tuhan Allah sendiri ! Dia mengasihi kita dan menginginkan kita bisa tumbuh berkembang dan berbuah.

    Tetapi perlu kita sadari, bisa saja orang menanam pohon, dengan menjebol diri dari tempat tumbuh semula. Memang ada saja benih yang ditabur jatuh di dekat ‘aliran sungai’, tetapi umumnya jatuh di sembarang tempat. Karenanya, bisa saja kita dipilih dari pohon-pohon yang tertebar itu. Dan jalannya tiada lain, dicabut atau dijebol dulu lalu baru dipindahkan. Tidak serta merta pohon itu lalu segar dan tumbuh berkembang. Pohon itu tentu mengalami pergumulan, pencobaan dan kesukaran guna menyesuaikan diri. Tetapi setelah itu akan tiba saatnya masa penyegaran dan pembaruan.

    Mungkin saja, Masa Pra Paska atau Masa Puasa ini, merupakan masa Allah ‘mencabut’ kita dan menamkan kita dekat aliran air kehidupan yang mengalir dari Hati Allah. Tentu ini suatu perubahan yang dramatis. Ini bisa mendorong kita untuk duduk bersama Tuhan dalam doa setiap hari. Dan hasilnya, tentu sangat menjanjikan ...

    “Dekat aliran sungai ...” Air yang mengalir itu segar. Bukan seperti air dalam kolam yang hanya diam. Tuhan Allah  menempatkan kita agar kita mengalami kasih karunia-Nya mengalir berlimpah setiap hari. Tuhan memberi makan kita pada ujung-ujung akar kita, yang mencari sumber hidup dan kasih.

    Ini dapat kita alami kalau kita membaca dan merenungkan firman-Nya. Kalau kita menghadiri perayaan Ekaristi kudus, datang bergabung bersama teman dan sahabat dalam persekutuan, dalam pujian dan doa bersama, juga dalam hidup biasa sehari-hari Tuhan menyapa kita lewat perjumpaan kita dengan sesama kita, baik sewaktu kita ditolong maupun sewaktu kita membantu sesama.

    Kita ketahui, Tuhan Allah mempunyai rencana : agar kita tumbuh berkembang, kokoh kuat dan berbuah lebat.

    Doa: Bapa, bantulah daku masuk dan mengakar dalam kasih karunia-Mu. Bapa, aku ingin berbuah lebat.

    Janji: “Tiap orang yang mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” --- Lukas 9:23

    Pujian: Darti memutuskan untuk kembali bergabung dalam Persekutuan Doa Rabu Malam di Paroki, setelah hampir setahun absen. Ia merasa rindu.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/