• Renungan Harian - Jumat, 3 Maret 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 01 March 2017, 07:56 PM

    Renungan Harian - Jumat, 3 Maret 2017

    Jumat, 3 Maret 2017

    Yesaya 58:1-9a

    Mazmur 51:3-6a,18-19

    Matius 9:14-15

    APA YANG ENGKAU KEHENDAKI, TUHAN?

    “Puasa yang Kukehendaki, ialah supaya  engkau membuka  belenggu-belenggu kelaliman, ...” --- Yesaya 58:6

    SEBENARNYA UMAT Israel hanya diwajibkan berpuasa sekali dalam setahun, yakni pada Hari Raya Perdamaian atau ‘Pepulih’. Imam agung --keturunan Harun -- bertugas memasuki tempat ‘paling kudus’ setahun sekali. Ia mempersembahkan kurban pertama untuk dosa-dosa dirinya, baru kemudian untuk dosa-dosa rakyat umum. Rekonsiliasi umat (imam) dan Allah, dilambangkan dengan kurban kambing jantan (Im 16:23-26), baik yang dilepaskan maupun yang dikurbankan. Itu sebagai lambang Kehadiran-Nya yang mengampuni dosa umat-Nya.

    Orang Farisi dalam penghayatan agama selanjutnya, menambahi kewajiban puasa dua kali seminggu. Ini berlanjut sampai zaman Yesus. Para murid Yohanes Pembaptis pun melakukannya. Maka orang-orang Farisi mengritik karena murid-murid Yesus tak melakukan  puasa dua kali sepekan itu.

    Dan Yesus datang antara lain untuk mengajar tentang praktek dan makna yang benar dalam hal berpuasa, bukan karena ada hukum atau perintah. Gambaran tentang ‘mempelai’ membuat kita diajak merenung tentang relasi dan kedekatan kita dengan sang ‘mempelai’. Apa ada orang yang hadir dalam  perjamuan nikah, berpuasa? Di sini bukan lagi masalah pemenuhan dari tuntutan hukum lama, tetapi suatu relasi dan kesatuan yang sangat akrab dan membahagiakan dengan sang “Guru”.

    Mungkin saja, ada di antara kita yang berpuasa, karena ikut-ikutan saja, karena orang-orang lain berpuasa. Hidup orang Kristiani, bukan hidup di dalam gerombolan orang berduyun-duyun, tetapi pertama suatu masalah pribadi, yang menarik kita kepada ‘Sesorang’ yang -- hanya Dia -- yang memberi makna hidup yang benar dan sejati.

    Seruan Yesaya terasa masih relevan bagi kita saat ini. Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yes 58:6-7).

    Doa: Tuhan, bantulah diriku untuk mencari dan menemukan kehendak-Mu yang ingin aku terapkan dalam kehidupanku khususnya dalam Masa Puasa ini.

    Janji: "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" --- Yesaya 58:3a

    Pujian: Warga Lingkungan suatu Paroki di Jakarta memutuskan untuk mengisi Masa Pra Paska Satu kelompok  mengunjungi suatu Lapas, dan kelompok lain Wisma Panti Wredha.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/