• Renungan Harian - Sabtu, 4 Maret 2017

    Sabtu, 4 Maret 2017

    St. Kasimirus

    Yesaya 58:9b-14

    Mazmur 86:1-6

    Lukas 5:27-32

    MENGAMPUNI DAN MENGUBAH HIDUP KITA

    “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu.” --- (Ulangan Mazmur Tanggapan)

    SEWAKTU YESUS memanggil pemungut-cukai, yang bernama Lewi, -- berganti nama Matius -- terasa dalam hatinya suatu pengalaman akan rahmat yang menariknya guna meninggalkan pekerjaan yang dianggap sangat haram oleh orang-orang Farisi dan mau mengikuti Yesus menjadi murid-Nya. Demikian juga sewaktu Yesus memanggil Simon, ada kuasa yang luar biasa menjadikan si ‘penjala ikan’ menjadi ‘penjala manusia’ (Mat 4:20).

    Pengalaman tarikan rahmat Allah yang merubah hidup juga bisa kita rasakan dan alami. Kita bisa mengikuti jejak Pemazmur hari ini, situasi yang menantang dan menemukan keberanian untuk berseru kepada Yesus mohon bantuan. Kita percaya penuh, bahwa Tuhan itu “sungguh baik dan suka mengampuni; kasih setianya berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-“Nya (Mzm 86:5).

    Memang, dalam Injil, nampak bahwa kaum Farisi menuntut agar semua orang seperti mereka. Orang dituntut melakukan apa yang kaum Farisi lakukan, antara lain ‘menjauhi diri dan tak bergaul dengan kaum pendosa’. Di sinilah pangkal dan titik tolak cara pandang Yesus yang berbeda secara radikal.

    Memang betul hidup dan pelayanan Yesus, -- dan apapun yang Yesus ajarkan dan lakukan --, tak dapat diterima oleh orang Yahudi tradisonal zaman Yesus. Yesus mendatangi dan mengundang Levi, si pemungut cukai untuk mengikuti-Nya. Yesus membuka tangan-Nya sebagai ungkapan persaudaraan dan keramahtamahan kepada kaum berdosa, makan dan minum bersama mereka yang terbuang dan dianggap ‘kafir’. Tetapi Yesus mempunyai visi dan misi yang jelas -- misi penyelamatan. Yesus menyatukan diri dengan mereka -- kaum yang dianggap pendosa itu --, untuk menyelamatkan mereka.

    Tentu orang Farisi dan ahli Taurat tidak mau tahu bahwa tujuan Yesus bergaul dengan orang bedosa itu mulia, yakni agar mereka bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Sebagaimana Yesus tidak gentar akan kritik, teguran serta ancaman mereka-mereka itu, demikian juga kita. Hendaknya kita tak gentar dan tak takut dalam berbuat baik, apapun kata orang.

    Doa: Ya Yesus, aku sangat membutuhkan-Mu. Maafkan diriku dan cara-caraku mengikuti-Mu dengan kekuatan diriku sendiri. Terima kasih ya Yesus atas rahmat da kekuatan dari-Mu. Amin.

    Janji: “Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.” --- Yesaya 58:10

    Pujian: Budiarto, seorang OMK, bertekad merubah pola hidupnya. Ia dalam istirahat siang ke Kapel yang ada di sekolahnya dan berdoa. Waktu ditanya teman-teman kelompoknya, dan menjawab ke Kapel dan berdoa, dia diejek dan dikatakan ‘sok suci’. Budiarto menanggapinya dengan tenang dan senyum.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/