• Renungan Harian - Minggu, 5 Maret 2017

    Minggu, 5 Maret 2017

    Minggu Pra Paska I

    Kejadian 2:7-9; 3:1-7

    Mazmur 51:3-6a,12-14,17

    Roma 5:12-19 (5:12,17-19)

    Matius 4:1-11

    YESUS TAMPIL BEDA 

    Kejadian 2:7-9; 3:1-7

    “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

    Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.”

     

    Roma 5:12-19 (5:12,17-19)

    “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

    Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”

    Matius 4:1-11

    “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

    Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

    Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”

    “Setelah berpuasa Empat puluh hari  dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah di pencobaan ...” --- Matius 4:2-3

    JELANG YESUS tampil di muka umum, Dia mempersiapkan diri dengan pergi ke padang gurun untuk berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam. Di situlah Yesus berjumpa dengan ‘pencobaan’.  Peristiwa Yesus berpuasa ini ditulis oleh ketiga penginjil Sinoptici. Dan tahun A ini, giliran Injil  Matius yang menjadi bahan bacaan bagi kita. Dalam hal ini dua butir renungan. Pertama, ‘Siapa Yesus’ itu, dan kedua ‘Apa yang menjadi ‘MisiYesus di bumi ini.

    Pertama, ketiga cobaan yang dialami Yesus mengungkapkan kepada kita ada perang batin, antara baik dan jahat yang kita lakukan, adanya konflik antara benar dan salah, sebagai mana sering kita rasakan.  Nampak, bahwa Yesus adalah ‘manusia’ seperti kita. Meski Yesus mengalami ‘pencobaan’ seperti kita, tetapi Ia menanggapi secara berbeda. Sedikitpun Yesus tak mau menanggapi pencobaan atau godaan itu. Terasa adanya sesuatu ‘yang khusus’. Dan setan sendiri yang memberi ‘kuncinya’. Iblis berkata kepada Yesus “Jika Engkau adalah Anak Allah, ...” Ini berarti, Yesus itu ‘Anak Allah’ yang datang dan hidup di antara kita.

    Dan Paulus menjelaskan  kodrat atau hakikat Yesus itu dalam suratnya kepada jemaat di Filipi. “Walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah ini sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” (Flp 26-7). Dari sini kita mendapat tambahan  pencerahan ‘siapa Yesus’. Ia ber-kodrat dua-duanya, ya manusia -- ya Ilahi.

    Kedua, kalau Yesus itu ‘ya manusia ya ilahi’, lalu apa maksud-Nya datang ke bumi? Apa tujuan misi-Nya ke sini? Untuk ini perlu kita cermati bacaan pertama, yakni dari Kitab Kejadian.

    Setelah Adam -- sang manusia -- diciptakan, ia menjumpai ‘pencobaan dari iblis yang mengambil rupa ular. Dan Adam pun menyerah dan jatuh! Dan sejak saat itu kita manusia menjadi tahanan iblis. Dan iblis sekarang mendatangi Yesus. Bila Adam jatuh, Yesus tidak. Yesus tetap tegar. Ini menunjukkan bahwa Yesus datang ke bumi ini untuk membebaskan kita dari perbudakan iblis. Yesus datang meluruskan  apa yang salah yang dibuat oleh Adam. Menurut Paulus, tercermin dalam bacaan kedua hari ini: “Seperti oleh satu pelanggaran -- semua orang beroleh penghukuman; demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran -- semua orang beroleh pembenaran untuk hidup” ( Rm 5:18). Itulah ‘misi’ Yesus menjelma menjadi manusia. Dalam suratnya kepada umat di Korintus yang pertama, Paulus mengulas hal ini: “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam  persekutuan dengan Kristus” (1 Kor 15:22).

    Lalu? Peristiwa Yesus digoda di padang gurun mewahyukan kepada kita, bahwa Yesus itu Anak Allah dan tujuan misinya ialah ‘memberi kembali hidup kepada semua orang'. Itu suatu pengantar untuk masuk ke dalam Masa Puasa. Kita tidak hanya menghadirkan kembali Yesus berpuasa, agar kita meniru-Nya, tetapi lebih dari itu. Kita merayakan kemenangan Yesus atas iblis.

    Kita masih dalam pergumulan hidup. Cobaan dan godaan tetap akan kita jumpai. Tetapi sejauh kita bersatu dengan Yesus dalam pergumulan-Nya melawan iblis, kitapun akan ikut memperoleh juga kemenangan bersama-Nya.

    Doa: Ya Yesus, sang Adam baru, temanilah kami masuk ke padang gurun. Perkenankan kami ikut serta mendapat bagian dalam pergumulan-Mu di padang gurun, agar kamipun juga mendapat bagian dalam kemenangan Paska. Amin.

    Janji: “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku” --- Mazmur 51:3

    Pujian: Keluarga Supardjo memutuskan menjadikan Mazmur 51 sebagai Doa Tobat tiap malam selama Masa Pra Paska.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/